6 Program Beasiswa Luar Negeri S1-S3 Januari-Februari 2025: LPDP hingga Australia Awards

Dapatkan info 6 beasiswa luar negeri Januari-Februari 2025 untuk jenjang S1-S3. Termasuk LPDP, Fulbright, hingga Australia Awards.

R
6 Program Beasiswa Luar Negeri S1-S3 Januari-Februari 2025: LPDP hingga Australia Awards

PORTAL BONTANG – Kesempatan emas bagi pelajar Indonesia hadir melalui berbagai program beasiswa luar negeri 2025.

Program seperti Beasiswa LPDP dari Pemerintah Indonesia hingga beasiswa internasional dari institusi swasta siap membantu mewujudkan mimpi melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Berikut adalah 6 pilihan program beasiswa untuk bulan Januari hingga Februari 2025 yang mencakup jenjang S1, S2, dan S3.

Baca Juga: Persiapan Daftar LPDP: Strategi Mendapatkan LoA dari Kampus Luar Negeri

1. Beasiswa LPDP

Beasiswa unggulan dari Pemerintah Indonesia ini dikelola oleh Kementerian Keuangan.

Pembukaan pendaftaran periode pertama direncanakan pada Januari 2025, sementara periode kedua dijadwalkan pada Juni 2025.

Beasiswa LPDP mencakup dana pendidikan seperti biaya pendaftaran, SPP, buku, penelitian, seminar, dan publikasi internasional.

Baca Juga: Ujian Nasional Kembali Hadir di 2026, Ini 4 Fakta Baru dari Mendikdasmen tentang Konsep Terbarunya

Selain itu, ada tunjangan biaya hidup bulanan, transportasi, visa, asuransi kesehatan, serta tunjangan keluarga khusus untuk mahasiswa program doktor.

2. Higher Degree Research Scholarship (HDR)

Bond University di Australia menawarkan Higher Degree Research Scholarship (HDR) bagi mahasiswa program doktoral di bidang Filsafat dan Terapi Okupasi. Pendaftaran beasiswa dibuka pada 1 Februari 2025.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Coretax: Sistem Administrasi Pajak Modern Berlaku Mulai 1 Januari 2025

Penerima beasiswa akan memperoleh biaya pendidikan, tunjangan hidup selama tiga tahun, jaminan kesehatan, dan dukungan lainnya.

3. Scholarships for Global Professionals

Pemerintah Swedia membuka peluang beasiswa Scholarships for Global Professionals untuk program magister penuh waktu. Pendaftaran dimulai Februari 2025.

Fasilitas meliputi biaya kuliah penuh, tunjangan hidup bulanan, asuransi kesehatan, hibah perjalanan, dan keanggotaan di jaringan Swedish Institute untuk pengembangan profesional dan kepemimpinan.

4. Fulbright Scholarship

Beasiswa dari Pemerintah Amerika ini tidak memiliki batasan usia untuk jenjang S2 dan S3. Pendaftaran berlangsung dari Desember 2024 hingga Februari 2025.

Manfaatnya mencakup biaya visa J-1, tiket pesawat kelas ekonomi, biaya kuliah, tunjangan hidup, asuransi, hingga peluang belajar di universitas ternama seperti Ivy League.

Baca Juga: Presiden Prabowo Minta Vonis Harvey Moeis Lebih Berat: 'Jangan Terlalu Ringan'

5. KAUST Fellowship

Program beasiswa dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) di Arab Saudi menawarkan dukungan penuh untuk jenjang S2 dan S3.

Pendaftaran dibuka Januari dan Juli 2025.

Penerima KAUST Fellowship akan memperoleh fasilitas seperti biaya kuliah penuh, uang saku, akomodasi, asuransi kesehatan, biaya visa, dan tiket pesawat pulang-pergi.

Baca Juga: Rekor Baru Squid Game 2: Pecahkan Jumlah Penonton Perdana Netflix, Bantah Analisis Cuan Fantastis

6. Australia Awards Scholarship

Beasiswa ini mendukung mahasiswa S2 dan S3 tanpa batasan usia. Pendaftaran dimulai Februari dan April 2025.

Fasilitas yang diberikan meliputi biaya kuliah penuh, transportasi, tunjangan kedatangan, akomodasi, materi belajar, pelatihan pra-keberangkatan, asuransi kesehatan, hingga kursus Bahasa Inggris di Australia.

Baca Juga: Keakraban Ahok dan Anies Curi Perhatian, Kejutan Besar Disiapkan Awal 2025

Semoga informasi ini membantu Anda menemukan program beasiswa terbaik untuk mengembangkan karier akademik di masa depan. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu