Portalbontang.com, Bontang - Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, secara resmi membuka agenda Rapat Koordinasi Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan High Level Meeting (HLM) Semester I Tahun 2026. Pertemuan strategis ini diselenggarakan di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang pada Kamis (23/7/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan kunci, di antaranya Pj. Sekretaris Daerah Akhmad Suharto, seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Direktur Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur Setya Dodi Ermawan, Perwakilan BPD Pusat Amuniantoyo, perwakilan BPD Kaltimtara Bontang Arie Herlambang, serta para stakeholder terkait lainnya.
Dalam arahannya, Neni menegaskan bahwa transformasi digital merupakan langkah strategis yang harus diambil untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga: Disaksikan Wali Kota Neni, Pemprov Kaltim Guyur Insentif untuk Ribuan Guru dan Penjaga Rumah Ibadah
"Digitalisasi harus mampu menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, aman, transparan, dan akuntabel. Tujuan akhirnya bukan hanya meningkatkan indeks ETPD, tetapi juga meningkatkan PAD dan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah," tegasnya di hadapan peserta rapat.
Neni juga secara khusus meminta pihak Bankaltimtara untuk terus menyempurnakan layanan digital mereka. Sementara itu, seluruh OPD diinstruksikan untuk segera memperluas jangkauan pembayaran digital dan gencar melakukan edukasi kepada masyarakat.
Dari sisi regulasi perbankan, perwakilan Bank Indonesia memaparkan bahwa saat ini 93,6 persen pemerintah daerah di Indonesia telah masuk ke dalam kategori digital. Di sisi implementasi lokal, Bankaltimtara memastikan bahwa seluruh jenis pajak daerah dan 9 dari 18 jenis retribusi di Bontang telah terintegrasi secara penuh melalui sistem pembayaran digital.
Keseriusan Kota Taman membuahkan hasil, di mana TP2DD Kota Bontang berhasil meraih penghargaan bergengsi, yakni Terbaik II TP2DD Wilayah Kalimantan dan Terbaik II tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Tren positif juga terlihat dari penggunaan transaksi digital yang terus meningkat, sementara penggunaan transaksi semi-digital mengalami penurunan.
Hingga Semester I tahun 2026 ini, realisasi pendapatan daerah Kota Bontang telah mencapai sekitar 50 persen dari target, dengan mayoritas transaksi dilakukan melalui kanal digital.
Pada penghujung acara, sebelum secara resmi membuka High Level Meeting TP2DD, Neni menyempatkan diri menyerahkan secara simbolis mesin EDC dan QRIS. Penyerahan ini ditujukan kepada Dinas Perhubungan, DKUMPP, DPKPP, dan para pengelola parkir sebagai upaya nyata untuk memperluas transaksi non-tunai di lapangan. ***