Portalbontang.com, Bandung – Kepedulian terhadap kemanusiaan kembali ditunjukkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dalam pertemuan hangat yang terekam dan tayang di kanal YouTube resminya pada Selasa (29/4/2025), Dedi memberikan bantuan dana senilai Rp300 juta kepada sejumlah mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI) yang pernah tampil di Taman Safari.
Mereka sebelumnya mengaku menjadi korban dugaan kekerasan saat bekerja sebagai penghibur dalam pertunjukan sirkus tersebut.
Beberapa dari mereka bahkan mengungkap pengalaman pahit, seperti dipisahkan dari keluarga dan tidak menerima hak upah sebagaimana mestinya.
“Ini kan mengusik hati masyarakat Indonesia, kisah mereka bisa jadi luka yang selama ini tersembunyi,” ujar Dedi dengan nada haru.
Menurut Dedi, kasus dugaan kekerasan di lingkungan OCI bukan semata urusan hukum, tapi sudah menyentuh sisi kemanusiaan yang lebih dalam.
Ia pun menyebut, pengorbanan dan keberanian para mantan pemain sirkus untuk bersuara perlu diapresiasi.
Baca Juga: iPhone 18 Siap Hadirkan Memori Super Kencang, Siap Tampung Kecerdasan Buatan Apple
“Kami akan berikan dana Rp300 juta, karena ke sini butuh ongkos, tenaga, dan emosional yang terkuras,” tuturnya.
Lebih jauh, Dedi menyatakan bahwa perjuangan para mantan pemain OCI adalah bentuk nyata keinginan mereka untuk diakui dan dihargai sebagai manusia seutuhnya.
“Bagi saya, setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk hidup layak dan bahagia,” tambahnya.
Baca Juga: Meta Rilis Aplikasi AI Canggih: Bisa Diajak Ngobrol Suara dan Ingat Kebiasaan Pengguna
Dedi menutup pernyataannya dengan kalimat reflektif yang menyentuh, “Kita memang tidak bisa mengubah masa lalu, tapi kita bisa berbuat sesuatu untuk masa depan mereka.”
Kasus dugaan kekerasan di lingkungan sirkus kini ramai menjadi sorotan publik, terutama di tengah meningkatnya kesadaran terhadap hak pekerja hiburan dan pelaku seni pertunjukan.
Human Rights Watch Indonesia dan Komnas HAM turut menyerukan pentingnya investigasi mendalam dan pemulihan bagi korban.
Data dari International Labour Organization (ILO) menyebutkan bahwa sektor hiburan non-formal masih rentan terhadap praktik eksploitasi dan kekerasan kerja, terutama bagi pekerja yang minim akses pendidikan dan perlindungan hukum. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A