Portalbontang.com, Jakarta – Di tengah gempuran ketidakpastian ekonomi global akibat kebijakan tarif balasan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Indonesia perlahan menata ulang arah dagangnya.
Salah satu langkah strategisnya adalah mempererat hubungan bilateral dengan Jepang, melalui proyek kerja sama bertajuk Asia Zero Emission Community (AZEC).
Langkah ini dikonfirmasi langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai mendampingi Presiden terpilih Prabowo Subianto menerima kunjungan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida, di Istana Bogor, Minggu, 4 Mei 2025.
Baca Juga: Wawali Bontang Ingatkan ASN Setda: Bangun Kota dengan Semangat Kolektif, Bukan Ego Sektoral
Menurut Airlangga, kunjungan itu bukan sekadar silaturahmi kenegaraan.
Ada pesan strategis yang dibawa langsung oleh PM Kishida—yakni surat dari mantan PM Jepang, Shigeru Ishiba—yang berisi dukungan penuh terhadap kerja sama AZEC.
“Disampaikan langsung kepada Pak Presiden (Prabowo) dan tentu isinya terkait untuk proyek-proyek AZEC,” ujar Airlangga.
Tak hanya simbolik, proyek nyata pun mulai berjalan. Salah satunya di Muara Laboh, Sumatera Barat—proyek energi panas bumi (geothermal) berkapasitas 80 megawatt dengan nilai investasi mencapai 500 juta dolar AS, atau sekitar Rp8,2 triliun.
Baca Juga: Prabowo dan Anwar Ibrahim Bahas Tarif Impor AS dan Kuatkan Diplomasi Serumpun
Penandatanganan financial closing-nya dijadwalkan dalam waktu dekat.
Airlangga menyebut saat ini Indonesia dan Jepang telah memiliki lebih dari 170 nota kesepahaman (MoU) yang mencakup sektor energi bersih, industri strategis, dan digitalisasi.
Kerja sama ini, kata dia, adalah bagian dari siasat Indonesia untuk tetap tangguh di tengah tekanan tarif dagang dari AS.
Untuk diketahui, tarif Trump sebelumnya sempat menghantam ekspor Indonesia hingga dikenai bea masuk sebesar 32 persen, sementara Jepang terkena 24 persen.
“Kerja sama Indonesia dengan Jepang ini diharapkan bisa terus ditingkatkan di tengah ketidakpastian akibat kebijakan tarif (Trump),” tutup Airlangga. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A