Portalbontang.com, Bontang - Gelombang pembatalan penerbangan internasional terjadi secara masif pada akhir pekan ini.
Kekacauan ini dipicu oleh serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengonfirmasi adanya operasi tempur besar pada Sabtu pagi (28/2/2026).
Baca Juga: Wali Kota Bontang Hadiri Milad ke-2 FK UMKT, Apresiasi Hadirnya Kampus Kedokteran di Kaltim
Situasi geopolitik yang memanas ini berdampak langsung pada penutupan wilayah udara di Iran dan Irak.
Akibatnya, rute perjalanan udara utama yang menghubungkan Eropa Barat dan Timur Tengah mengalami gangguan parah.
Maskapai penerbangan dari berbagai belahan dunia terpaksa mengalihkan rute atau membatalkan jadwal terbang mereka.
Berdasarkan data dari layanan pelacakan Flightradar24, terjadi perubahan pola penerbangan yang sangat drastis.
Baca Juga: Pemkot Bontang Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni 75 Anak Yatim di Pendopo Rujab
Pesawat dari kawasan Teluk yang biasanya melintasi langit Irak timur laut, kini dialihkan menjauh ke arah barat melewati Arab Saudi.
Bandara Internasional Dubai yang melayani sekitar 250.000 penumpang per hari turut menangguhkan operasionalnya.
Pihak Bandara Dubai meminta maaf dan memprioritaskan keselamatan dengan menawarkan pengaturan ulang jadwal terbang.
Baca Juga: Khutbah Jumat 27 Februari 2026, Zakat Fitrah sebagai Pendidikan Kepedulian Terhadap Sesama
Maskapai raksasa seperti British Airways, Qatar Airways, hingga Virgin Atlantic juga mengambil langkah pembatalan.
Bahkan, Pemerintah Inggris telah mengeluarkan peringatan tegas agar warganya tidak melakukan perjalanan ke Israel dan Palestina. ***