Portalbontang.com, Manila - Fenomena mengejutkan tengah melanda negara tetangga dan menjadi sorotan hangat netizen di Tanah Air.
Beredar video viral di media sosial yang memperlihatkan fenomena Warga Jalan Kaki menuju ke tempat kerjanya.
Pemandangan tak biasa di jalanan Manila ini merupakan imbas langsung dari badai Krisis Energi Filipina.
Baca Juga: Skuad Timnas Indonesia Era John Herdman Siap di FIFA Series 2026
Transportasi umum seperti Jeepney dan becak motor terpaksa mogok beroperasi akibat Harga BBM Naik secara drastis.
"Akibat kelangkaan, harga diesel di dalam negeri melonjak drastis hingga dua kali lipat, menembus lebih dari 120 peso (sekitar Rp33.800) per liter," tulis keterangan akun Instagram @lambegosiip.
Kelangkaan pasokan yang mencekik ini ternyata berakar dari konflik geopolitik dan militer di kawasan Timur Tengah.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas serangan AS-Israel telah memutus jalur distribusi minyak global.
Baca Juga: Elkan Baggott Comeback ke Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Filipina yang selama ini mengimpor 90 persen kebutuhan minyaknya dari Timur Tengah langsung merasakan hantaman krisis.
Menipisnya cadangan nasional membuat kondisi keamanan energi negara tersebut berada di ambang batas kritis.
"Diesel hanya cukup untuk 46 hari, dan bahan bakar jet hanya cukup untuk 39 hari," sebut laporan viral tersebut.
"Sektor transportasi dan ekonomi pun tertekan berat," tambah keterangan dalam video yang beredar itu.
Menghadapi ancaman kelumpuhan total, Presiden Ferdinand Marcos Jr. resmi menetapkan status darurat energi nasional pada Kamis (26/3/2026).
Pemerintah mulai mencari sumber alternatif, salah satunya dengan mendatangkan 100.000 ton minyak dari Rusia.
"Pemerintah sebenarnya sudah memberikan bantuan tunai 5.000 peso bagi pengemudi terdampak, tapi langkah itu dinilai belum cukup," papar laporan tersebut.
Baca Juga: Sering Dijodohkan Saat Lebaran, Pakar UMM Jelaskan Hukum Menikahi Sepupu Menurut Al-Qur'an
Hingga kini ketegangan masih berlanjut, lantaran "Koalisi pekerja transportasi bahkan mengancam akan menggelar aksi protes besar-besaran di Manila pada Kamis dan Jumat ini," tutup laporan itu. ***