JOMO: Lawan FOMO yang Ajak Nikmati Hidup Nyata Tanpa Ketergantungan Media Sosial

Kenali JOMO, kebalikan FOMO yang mendorong Anda menikmati momen nyata, meningkatkan fokus, serta menjaga keseimbangan emosional.

R
JOMO: Lawan FOMO yang Ajak Nikmati Hidup Nyata Tanpa Ketergantungan Media Sosial

PORTAL BONTANG – JOMO (Joy of Missing Out) menjadi istilah yang semakin populer, menggambarkan orang-orang yang memilih menikmati momen nyata daripada terjebak membagikannya di media sosial.

Berbeda dengan FOMO (Fear of Missing Out), JOMO mengajak untuk hadir sepenuhnya di dunia nyata, seperti menikmati konser tanpa sibuk mengambil video.

“JOMO lebih berfokus pada kualitas ketimbang kuantitas,” ujar Psikolog Albers, dikutip dari Cleveland.

Baca Juga: Pendiri Eco Packable, Shervin Dehmoubed, Bawa Inovasi Kemasan Ramah Lingkungan untuk E-commerce

Manfaat JOMO cukup signifikan. Menurut Albers, kebiasaan ini dapat meningkatkan produktivitas, mempererat hubungan sosial, dan menjaga kesejahteraan emosional.

Namun, JOMO juga memiliki sisi negatif, seperti kecenderungan seseorang enggan keluar dari zona nyaman.

Meski begitu, kebiasaan ini tidak harus diterapkan sepenuhnya.

“Berikan porsi JOMO sesuai kepribadian Anda, baik introvert maupun ekstrovert,” tambah Albers.

Baca Juga: Ikuti UKW Jenjang Utama, Pimred Portalbontang.com Dinyatakan Kompeten

Tips Menerapkan JOMO

1. Kurangi Waktu dengan Gadget

Membatasi media sosial membantu fokus pada aktivitas yang benar-benar penting.

“Ini memberikan ruang untuk introspeksi diri,” kata Albers.

Baca Juga: Komdigi Blokir Ratusan Rekening Bank yang Dipakai Aktivitas Judi Online, Bank Swasta Ini yang Terbanyak

2. Berani Mengatakan Tidak

Ajakan yang menyita waktu, seperti bermain game online, harus disikapi tegas.

“Tidak perlu merasa bersalah,” jelasnya.

3. Lakukan Introspeksi Diri

Baca Juga: Khutbah Jumat Hari Ini: Sadarlah, Waktu Tak Pernah Kembali dan Usia Makin Berkurang

Jika sulit lepas dari media sosial, evaluasi diri menjadi langkah penting.

“Tanyakan apakah Anda melakukannya karena FOMO atau kebutuhan nyata,” tutup Albers.

JOMO mengingatkan kita bahwa hidup nyata lebih bermakna daripada sekadar sorotan di layar ponsel. Anda siap mencobanya? ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu