PORTALBONTANG.com – Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Ari Jamasari, aktor yang dikenal lewat perannya sebagai Kang Gobang dalam serial Preman Pensiun, meninggal dunia pada Jumat, 7 Februari 2025, sekitar pukul 02.00 WIB.
Kepergian Ari Jamasari yang begitu mendadak terjadi di tengah proses persiapan produksi Preman Pensiun 9.
Rekan sesama pemain, Andra Manihot, yang memerankan karakter Dikdik dalam serial tersebut, mengungkapkan bahwa Ari diduga meninggal akibat “angin duduk.”
Baca Juga: Harga Asli LPG 3 Kg Ternyata Rp42.750 per Tabung, Menkeu Sri Mulyani: Pemerintah Tanggung Selisihnya
“Sebelum meninggal, Kang Ari sempat muntah-muntah,” ungkap Andra.
Meskipun penyebab pasti belum dikonfirmasi secara medis, kondisi yang sering disebut sebagai “angin duduk” ini sering kali dikaitkan dengan gangguan kesehatan serius, terutama penyakit jantung.
Apa Itu Angin Duduk?
Dalam dunia medis, istilah “angin duduk” sebenarnya tidak dikenal. Istilah ini lebih populer di kalangan masyarakat awam untuk menggambarkan angina pectoris atau angina stabil.
Baca Juga: Skandal DeepFake Prabowo-Gibran Terungkap: Sindikat Penipuan AI Dibongkar Polisi!
Menurut American Heart Association, angina merupakan nyeri dada atau ketidaknyamanan yang terjadi akibat berkurangnya pasokan darah kaya oksigen ke otot jantung.
Ada beberapa jenis angina, dan yang paling umum adalah angina pectoris, yang biasanya dipicu oleh:
- Aktivitas fisik berlebihan
- Emosi yang kuat
- Suhu ekstrem
- Merokok
- Konsumsi makanan berat
Baca Juga: Finalisasi PDSS SNBP 2025 Diundur 4 Kali, Sekolah Lalai Input Data Siswa
Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berkembang menjadi serangan jantung yang mengancam jiwa.
Gejala Angin Duduk yang Sering Diabaikan
Beberapa gejala angin duduk yang kerap muncul, antara lain:
- Nyeri dada atau rasa tertekan di bagian tengah dada
- Nyeri menjalar ke bahu, lengan kiri, rahang, atau punggung
- Sesak napas yang muncul tiba-tiba
- Pusing atau kepala terasa ringan
- Mual dan muntah
- Kelelahan berlebihan tanpa sebab yang jelas
Nyeri dada akibat angina sering kali disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, seperti maag atau perut kembung.
Dikutip dari Healthline, mual dan muntah bisa menjadi tanda awal angina. Jika nyeri dada berlangsung kurang dari lima menit dan mereda dengan istirahat atau obat, kemungkinan besar itu adalah angina stabil.
Namun, jika nyeri tidak kunjung hilang atau semakin parah, bisa jadi ini adalah tanda serangan jantung. Dalam kondisi ini, segera cari pertolongan medis.
Cara Mengatasi Angin Duduk dengan Cepat
Jika mengalami gejala angin duduk, lakukan langkah-langkah berikut sebagai pertolongan pertama:
Hentikan aktivitas
Segera duduk dan istirahat untuk mengurangi beban kerja jantung.
Longgarkan pakaian
Buka kancing baju atau ikat pinggang agar pernapasan lebih lega.
Konsumsi obat nyeri dada
Jika tersedia, konsumsi nitrogliserin sesuai anjuran dokter.
Cari bantuan medis segera
Jika nyeri dada tidak mereda dalam tiga menit setelah istirahat atau mengonsumsi obat, segera pergi ke rumah sakit.
Pencegahan Angin Duduk agar Tidak Terulang
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Untuk mengurangi risiko angin duduk dan penyakit jantung, lakukan langkah berikut:
Baca Juga: Pemkot Bontang Percepat Pengangkatan Non-ASN Menjadi PPPK, DPRD Siap Perjuangkan
Pola makan sehat – Konsumsi makanan rendah lemak jenuh dan tinggi serat.
Aktif bergerak – Lakukan olahraga ringan secara rutin.
Hindari merokok – Rokok mempersempit pembuluh darah dan meningkatkan risiko angina.
Kelola stres – Meditasi dan teknik relaksasi bisa membantu.
Cek kesehatan rutin – Pantau tekanan darah, kolesterol, dan gula darah secara berkala.
Kematian Ari Jamasari menjadi pengingat bahwa kondisi seperti angin duduk tidak boleh dianggap remeh. Kenali gejalanya dan lakukan pencegahan sebelum terlambat. ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A