Kisah Inspiratif: Pedagang Es Teh Ini Punya Networth Rp69,7 Triliun hingga Lini Bisnisnya Merambah Sampai 90 Negara!

Kisah inspiratif Jogi Hendra Atmadja, sosok di balik menjamurnya es teh di Indonesia, kekayaannya fantastis dan bisnisnya di 90 negara.

R
Kisah Inspiratif: Pedagang Es Teh Ini Punya Networth Rp69,7 Triliun hingga Lini Bisnisnya Merambah Sampai 90 Negara!

PORTAL BONTANG – Sebagian orang memilih bisnis jualan es teh sebagai minuman yang menjamur di kalangan masyarakat.

Tidak sedikit konglomerat yang sukses berjualan es teh hingga melegenda di Indonesia. Tapi tidak semua pedagang es teh berhasil menjual produk unggulan mereka sedari awal merintis bisnis.

Salah satu produk yang terbukti sukses mendulang keuntungan berbisnis es teh, adalah Teh Pucuk Harum.

Baca Juga: Warganet Geram hingga Keluarkan Petisi, Gus Miftah Memilih Mundur sebagai Utusan Khusus Prabowo

Produk bisnis minuman yang berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan dan minuman, Mayora.

Lantas, siapakah sosok di balik Teh Pucuk Harum yang terkenal di dunia bisnis jualan minuman di Indonesia? Berikut ini kisah inspiratifnya.

Teh Pucuk Bukan Satu-Satunya yang Populer

Pengusaha di balik kesuksesan Mayora menciptakan produk Teh Pucuk Harum itu bernama Jogi Hendra Atmadja.

Baca Juga: Porwada Kaltim 2024 Digelar, 350 Wartawan Siap Bertanding

Hendra lahir di Jakarta pada tahun 1946, berasal dari keluarga keturunan Tionghoa yang memiliki latar belakang bisnis rumahan.

Keberhasilan Hendra dalam membangun bisnis es teh dan berbagai produk makanan dan minuman itu juga menciptakan lapangan kerja bagi ribuan karyawan dan menginspirasi bagi para pengusaha muda di Indonesia.

Berdasarkan situs resminya, Teh Pucuk Harum diluncurkan pada tahun 2011 lalu. Teh Pucuk Harum bersaing dengan produk lainnya seperti Teh Botol Sosro maupun Teh Gelas.

Baca Juga: Sekda Hadiri Pelepasan PKP Angkatan IV, 17 Peserta Asal Bontang Raih Predikat Sangat Memuaskan

Namun, Hendra tidak hanya berjualan produk es teh, ada juga merek-merek jajanan yang terkenal seperti Kopiko dan Biskuit Roma. Terkini, Hendra masih menjabat sebagai Komisaris Utama PT Mayora Indonesia.

Perusahaan itu juga diwariskan kepada tiga anaknya yang duduk di kursi direksi, yakni Andra Sukrendra Atmadja, Hendarta Atmadja, dan Wardhana Atmadja.

Awal Berbisnis pada Era 70-an

Kesuksesan konglomerat ini bermula saat mendirikan PT Mayora Indonesia pada 17 Februari 1977 lalu.

Hendra bersama dua rekannya, Darmawan Kurnia dan Raden Soedigdo membangun PT Mayora Indonesia di Jakarta dengan mengoperasikan pabrik pertamanya di Tangerang, Banten.

Baca Juga: Hasil Pleno KPU Bontang, Neni-Agus Haris Raih Suara Terbanyak di Pilkada 2024, Ini Daftar Perolehan Suara Seluruh Paslon

Sebelum Teh Pucuk Harum, Biskuit Roma adalah produk jagoan perusahaan yang dibangun oleh Hendra.

Pada tahun 1980, PT Mayora Indonesia meluncurkan permen kopi pertama di Indonesia, Kopiko yang langsung mencuri hati konsumen.

Kemudian, merek-merek produk makanan dan minuman yang dijual oleh perusahaan Hendra itu adalah Beng-beng, Astor, Choki-choki, hingga Torabika.

Setiap kali meluncurkan produk makanan atau minuman baru, perusahaan itu selalu menggaungkan slogan ‘Satu Lagi dari Mayora’.

Baca Juga: Belajar dari Korban yang Berani Speak Up Usai Dilecehkan oleh Pria Disabilitas di Mataram, Demi Hentikan Potensi Bahaya di Masyarakat

Tinggalkan Profesi Dokter Demi Jualan Es Teh

Paling menarik dari kisah Hendra adalah tentang caranya membangun bisnis dari usaha biskuit rumahan hingga produk es teh.

Pendiri PT Mayora Indonesia ini merupakan konglomerat yang berlatar belakang pendidikan kedokteran.

Baca Juga: Menyelami Kasus Ejekan Gus Miftah ke Penjual Es Teh, Boy Candra Catut Kata Maaf yang Sebenarnya Tak Benar-benar Hilangkan Luka

Dalam perjalanan kariernya, Hendra cenderung memilih mengembangkan produksi biskuit skala kecil menjadi perusahaan yang memproduksi berbagai berbagai jenis makanan ringan dan minuman yang kini dikenal luas.

Keinginan Hendra untuk menghadapi dunia bisnis kini tampaknya membuahkan hasil yang positif.

Sebab, bisnis rumahan yang dijalankan Hendra kini menjadi perusahaan yang berskala internasional yang merambah hingga 90 negara.

Konglomerat dengan Networth Rp69,7 Triliun

Dilansir dari Forbes, Hendra masuk daftar 50 orang terkaya di Indonesia pada tahun 2023 lalu.

Secara lebih rinci, pendiri PT Mayora Indonesia itu menduduki peringkat ke-11 dari 50 orang terkaya di Indonesia.

Baca Juga: Tanggapi Kadin AS, Kemenperin: TKDN Dorong Investasi Manufaktur dan Perkuat Ekonomi Nasional

Forbes mencatat kekayaan bersih (networth) yang dimiliki oleh Hendra mencapai 4,4 miliar dolar atau Rp69,7 triliun.

Dalam dunia bisnis internasional, Hendra dikenal sebagai pebisnis makanan dan minuman yang berbasis di Jakarta.***

 

***
Penulis: Redaksi | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu