Pernah Ditolak Kerja Berkali-kali! Kisah Sukses Sekda Demak Lulusan UMM Ini Bikin Mahasiswa Merinding

Pernah ditolak lamaran kerja berkali-kali hingga jualan hasil bumi! Kisah sukses Sekda Kabupaten Demak ini bikin ribuan lulusan Wisuda ke-121 UMM merinding.

M
Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak.
Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak. | Foto: Humas UMM

Portalbontang.com, Malang - Menghadapi kerasnya dunia pasca-kampus merupakan tantangan berat yang harus dilalui oleh setiap sarjana baru.

Motivasi untuk tidak mudah menyerah ini digaungkan dalam pergelaran Wisuda ke-121 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (23/4/2026) lalu.

Ribuan lulusan dibuat merinding oleh kisah hidup Akhmad Sugiharto, S.T., M.T., yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak.

Baca Juga: Denting Tingkilan di Tanah Guntung: Dedikasi Ridwan Yin Sindat Menjaga Api Warisan di Tengah Arus Modernisasi

Akhmad membagikan cerita masa lalunya sebagai anak rantau dengan keterbatasan ekonomi saat masuk ke Fakultas Teknik Sipil UMM pada tahun 1991.

Ujian hidup paling berat dialaminya setelah lulus pada tahun 1997 silam.

Penolakan lamaran kerja yang datang berkali-kali sempat memaksanya memutar otak dengan berjualan hasil bumi untuk menyambung hidup.

Namun, berkat etos kerja keras warisan keluarga, ketaatan, serta doa orang tua, ia berhasil lolos seleksi CPNS pada tahun 1998 dari titik nol.

Baca Juga: Disdikbud Bontang Tegaskan Kemitraan Orang Tua Jadi Indikator Penting Pendidikan

Akhmad kini sukses memegang jabatan birokrasi strategis berkat ketangguhan mental yang ia tempa di Kampus Putih.

Kariernya melesat pada tahun 2010 setelah ia mencetuskan inovasi pembangunan jalan beton (rigid pavement) di Kabupaten Demak.

Inovasi tersebut terbukti jauh lebih awet dari aspal konvensional dan sukses direplikasi oleh berbagai daerah di Jawa Tengah.

Baca Juga: Guru PAUD Berharap Program Khusus S1 dari Pemkot Bontang 

“Pendidikan sejati di UMM adalah tentang belajar cara beradaptasi, bertahan di tengah kondisi yang sulit, serta membangun mentalitas pantang menyerah," tegasnya.

Akhmad meminta agar lulusan UMM memiliki ketahanan mental yang tangguh saat menghadapi realitas di lapangan pekerjaan.

"Jangan lupa untuk terus berinovasi, menjaga integritas," pesan sang birokrat senior tersebut.

"Ingatlah bahwa kesuksesan sejati diukur dari seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan kepada orang lain, bukan semata-mata dari tingginya jabatan,” tegasnya menutup pidato.

Kisah ini menjadi bukti bahwa gelar sarjana harus dibarengi dengan keuletan dan mental pejuang yang tak kenal menyerah. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu