Kisah Pilu Ivy: Balita Alergi Air, Mandi 15 Menit Kulit Melepuh

Balita berusia 18 bulan asal Minnesota, AS mengalami penyakit alergi air yang membuat kulit melepuh seketika.

R
Kisah Pilu Ivy: Balita Alergi Air, Mandi 15 Menit Kulit Melepuh

PORTAL BONTANG – Bayangkan, bayi yang menangis dan rewel saat dimandikan. Bukan karena manja, tapi karena kulit melepuh seketika.

Itulah yang dialami Ivy Angerman, balita berusia 18 bulan asal Minnesota. Setiap kali mandi, menangis, atau berkeringat, kulitnya akan melepuh.

Setelah pemeriksaan, dokter mendiagnosis Ivy menderita aquagenic urticaria (AU), alergi air yang sangat langka.

Baca Juga: Rahasia Menjadwalkan Postingan Instagram, Maksimalkan Keterlibatan dan Hemat Waktu

Ivy diduga menjadi pasien termuda yang didiagnosis AU.

“Ini sangat berat, hati saya hancur. Saya selalu sedih memikirkan kondisinya,” ujar Brittany Angerman, ibu Ivy, dilansir Portalbontang.com dari Medical Daily, Rabu 15 Mei 2024.

Ia bahkan berusaha mengajari putrinya agar tidak menangis untuk mencegah kulitnya melepuh.

Baca Juga: Ingin Repost Story Instagram Tanpa Tag? Simak Trik Cerdas Ini

Berbagai pertanyaan menghantui Brittany dan suaminya, Dan. “Apakah Ivy bisa sekolah? Apakah Ivy bisa berenang di laut?” Mereka belum tahu jawabannya.

Mereka merekam video yang menunjukkan Ivy hanya bisa mandi selama 15 menit sebelum kulitnya melepuh.

Ivy pun harus minum antihistamin untuk mengurangi reaksi alergi.

Baca Juga: Ubah Foto Menjadi Kartun 3D Keren Tanpa Aplikasi, Gampang Banget

Dokter menyarankan keluarga Ivy menggunakan air murni untuk mandi dan minum, serta tinggal di rumah dengan pendingin ruangan.

Aquagenic urticaria atau AU sangat langka. Sejak 1964, kurang dari 100 kasus dilaporkan.

AU biasanya menyerang wanita saat pubertas. Kontak dengan air akan memicu munculnya bentol merah di leher, dada, dan lengan. Bentol ini akan hilang dalam 30-60 menit.

Baca Juga: Mudah dan Cepat, Begini Cara Download dan Instal CapCut di Laptop

Penyebab dan penanganan AU belum diketahui pasti. Diduga, AU dipicu zat lain dalam air, seperti klorin.

Ada pula teori bahwa kulit menghasilkan zat beracun saat berinteraksi dengan air. Namun, kedua teori ini belum terbukti secara ilmiah. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu