Mitos Serangan Jantung Saat Olahraga, Dokter Spesialis Ungkap Faktanya

Dokter spesialis jantung meluruskan mitos seputar serangan jantung saat olahraga dan faktanya, serta memberikan panduan olahraga yang aman.

R
Mitos Serangan Jantung Saat Olahraga, Dokter Spesialis Ungkap Faktanya

PORTAL BONTANG – Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Teuku Istia Muda Perdan, Sp.JP, FIHA, meluruskan mitos-mitos seputar serangan jantung saat berolahraga.

Dalam sebuah diskusi daring, ia menegaskan bahwa tindakan seperti menepuk punggung atau menusuk jari saat serangan jantung tidak tepat dan dapat menunda penanganan medis yang dibutuhkan.

Apa saja mitos dan fakta seputar penyakit jantung? Berikut selengkapnya dikutip Portalbontang.com dari Antara.

Baca Juga: Dewan Pers Tolak Revisi RUU Penyiaran, Dinilai Ancam Kemerdekaan Pers

Mitos vs Fakta Serangan Jantung

Mitos: Menepuk punggung atau menusuk jari membantu saat serangan jantung.

Fakta: Tindakan tersebut tidak tepat dan dapat memperlama waktu penanganan medis.

Baca Juga: Hati-Hati Jebakan Setan di Era Digital, Belajar dari Ceramah Ustadz Adi Hidayat

Mitos: Tangan dan kaki sering berkeringat adalah tanda penyakit jantung.

Fakta: Keringat berlebih tidak selalu berkaitan dengan masalah jantung.

Mitos: Mandi air dingin setelah olahraga memicu serangan jantung.

Fakta: Mandi air dingin tidak langsung menyebabkan serangan jantung, namun penderita penyakit jantung perlu menghindari perubahan suhu drastis.

Baca Juga: Kapan Pekan Kesehatan Pria Internasional Berlangsung? 5 Kebiasaan Sehat yang Bisa Dilakukan

Olahraga Aman untuk Penderita Jantung

Olahraga tetap penting bagi penderita penyakit jantung, namun dengan memperhatikan intensitas dan jenis olahraga.

Olahraga berdampak rendah seperti bersepeda, joging, berenang, atau senam aerobik direkomendasikan.

Baca Juga: Studi Terbaru, Terapi Musik Bantu Redakan Nyeri Pasca Operasi Tulang Belakang

Penting untuk melakukan pemanasan dan pendinginan serta menghindari olahraga intensitas tinggi tanpa persiapan.

Penderita penyakit jantung disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan jenis dan intensitas olahraga yang sesuai dengan kondisi kesehatan mereka. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu