PORTAL BONTANG – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Bontang menggelar Salat Idul Adha 1445 H di Stadion Besai Berinta pada 10 Dzulhijjah 1445 Hijriah yang bertepatan dengan Senin, 17 Juni 2024.
Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat Idul Adha tersebut Ustad A. Anas Fachruddin selaku Ketua LazisMu Kota Bontang dan khotib oleh Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), yaitu Dr. H. Suwoko, S.E., M.M.
Ketua PDM Kota Bontang, H. Mustamar, dalam laporan menyampaikan bahwa telah terkumpul 32 hewan kurban yang terdiri dari 21 ekor sapi dan 11 ekor kambing.
Baca Juga: Rahasia Memasak Daging Kurban Empuk dan Lezat: Panduan Lengkap untuk Idul Adha
“Lokasi pemotongan hewan kurban di Masjid Al Ikhlas Muhammadiyah Gunungsari, SD Muhammadiyah 1 Rawa Indah, Sekolah Kreatif Muhammadiyah 2 Telihan Bontang Bontang Barat, Panti Asuhan Putra Mawaddatullah, dan Panti Asuhan Putri ‘Aisyiyah,” ujar Mustamar.
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Ir. Amiruddin, M.P. selaku Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bontang, Walikota Bontang, menyapaikan bahwa ibadah salat Idul Adha dan ibadah kurban memiliki dua makna penting sekaligus.
Pertama, makna ketakwaan manusia atas perintah Sang Khalik. Kedua, makna sosial yang mengajarkan kepada manusia agar memiliki kepekaan dan solidaritas tinggi terhadap sesama.
Baca Juga: Cara Mematikan Putar Otomatis Video yang Mengganggu di Berbagai Platform
Sejalan yang dihimbaukan oleh Ketua PDM Bontang, Walikota Bontang juga mengajak masyarakat agar menjaga kebersamaan, persatuan dalam keberagaman, dan menjaga perdamaian untuk Kota Bontang agar selalu aman serta kondusif.
Sementara itu, Wakil Rektor 2 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Dr. H. Suwoko, S.E., M.M. dalam khotbah menyampaikan bahwa kalimat takbir Allahu Akbar membebaskan kita dari jiwa-jiwa yang kerdil. Sedangkan kalimat tahmid Walillahilhamd, hanya kepunyaan Allah segala pujian-pujian itu.
“Kalau hari ini, ada di antara kita yang gila terhadap pujian, gila hormat, gila jabatan, hal itu tidak pantas karena segala pujian itu hanya kepunyaan Allah,” tuturnya.
Baca Juga: Usai Mundur, Bambang Susantono 'Kembali' ke IKN Jadi Utusan Khusus Presiden
Suwoko menuturkan sekurangnya terdapat tiga hal yang dapat kita ambil hikmah dari peristiwa ibadah haji dan kurban dalam merekonstruksi kehidupan kita.
Pertama, memelihara kekuatan Aqidah, iman kepada Allah SWT. Kedua, kita mengenang kembali manhaj Nabiyullah Ibrahim AS. Hikmah yang bisa diambil adalah akhlakul karimah.
Ketiga, ketika mengenang kembali manhaj Nabiyullah Ibrahim AS, hikmah yang bisa diambil adalah persaudraan sosial dan persaudraan Islam.
Baca Juga: Siap-Siap, Uji Coba SIM dengan Syarat BPJS Kesehatan Dimulai Juli 2024 di Bontang
Suwoko mengajak agar hikmah ibadah haji dan kurban bisa menjadi pencerah dalam memperkuat akidah, akhlak, solidaritas dan soliditas keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan kita.
“Hubungan yang dibangun atas landasan iman dan takwa, dihiasi akhlak mulia yang tertuang dalam pola saling menghargai dan menghormati, memahami perbedaan sebagai sebuah kenyataan, tidak untuk dibenturkan, tetapi keniscayaan yang harus diterima dan dikelola dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Tampak hadir mengkingkuti rangkaian salat Idul Adha di antaranya Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal, para tokoh dan sesepuh Muhammadiyah Bontang, seperti H. Sofyan Hasdam, KH. Mardi Raharjo, dan H. Umar, dan lain-lain.
Baca Juga: Manfaat Mandi Pagi yang Menakjubkan
Warga Muhammadiyah, simpatisan, dan masyarakat umum khidmat mengikuti rangkaian sholat Idul Adha 1445 Hijriah.***
***
Penulis: A. Hakim | Editor: A. Hakim