Pemkot Bontang Gelar FGD Rencana Penanggulangan Bencana 2025-2029 untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Wilayah

Pemkot Bontang gelar FGD untuk penyusunan RPB 2025-2029, fokus pada kolaborasi pentaheliks dalam penanggulangan bencana.

R
Pemkot Bontang Gelar FGD Rencana Penanggulangan Bencana 2025-2029 untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Wilayah

Portalbontang.com, Bontang – Pemerintah Kota Bontang melalui Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Lukman, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) untuk penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) Kota Bontang 2025–2029.

Acara yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota pada Senin pagi ini, turut dihadiri oleh Kepala Pelaksana BPBD Kota Bontang, Usman HM, narasumber dari LP2M Universitas Mulawarman, serta Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Kaltim, Ifan Ramdhani, dan peserta FGD dari berbagai sektor.

Lukman dalam sambutannya, yang dilansir Portalbontang.com dari situs resmi PPID Setda Bontang, menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai upaya strategis dalam menciptakan sistem penanggulangan bencana yang lebih terintegrasi dan sistematis.

Baca Juga: Suhu Tanah Suci Capai 47 Derajat, Petugas Imbau Jemaah Haji Indonesia Periksa Kesehatan Segera

Ia juga menggarisbawahi peran penting kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media dalam menciptakan kesiapsiagaan yang lebih baik.

“RPB sangat penting karena memuat pembagian tugas lintas sektor, alur koordinasi, serta rencana aksi untuk menghadapi potensi bencana, baik alam maupun non-alam, seperti risiko teknologi di kawasan industri,” ujarnya.

Lukman menambahkan bahwa penyusunan RPB ini mendukung visi Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju serta berkelanjutan, sekaligus memperkuat infrastruktur kewilayahan untuk lebih tangguh terhadap bencana, sesuai dengan peran Bontang sebagai mitra Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kerja sama dengan LP2M Universitas Mulawarman diharapkan menghasilkan dokumen RPB yang aplikatif, mencakup rencana kontinjensi, operasi, hingga pemulihan pasca-bencana, dengan mempertimbangkan potensi ancaman di Kalimantan Timur.’

Baca Juga: Prabowo Subianto Kunjungi Singapura, Bahas Kerja Sama Strategis dengan Presiden dan PM

Lukman juga berharap agar dokumen ini dapat memperkuat kesiapsiagaan di daerah sekitar, seperti Kutai Timur dan Kutai Kartanegara, serta berkontribusi pada peningkatan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Kota Bontang.

Menutup sambutannya, Lukman mengingatkan pentingnya peran BPBD Kota Bontang dalam peningkatan profesionalisme dan sinergi lintas sektor, guna mewujudkan Bontang yang lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu