Studi Terbaru Ungkap Hipertensi Meningkatkan Risiko Mioma Uteri pada Wanita

Studi terbaru mengungkap wanita dengan hipertensi yang tidak diobati memiliki risiko lebih tinggi terkena mioma uteri atau tumor jinak.

R
Studi Terbaru Ungkap Hipertensi Meningkatkan Risiko Mioma Uteri pada Wanita

PORTAL BONTANG – Kabar terbaru bagi wanita dengan hipertensi!

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa wanita dengan hipertensi yang tidak diobati memiliki risiko lebih tinggi terkena mioma uteri, tumor jinak yang tumbuh di dinding rahim.

Studi yang diterbitkan dalam Jama Network ini menemukan bahwa wanita dengan tekanan darah tinggi yang tidak diobati memiliki risiko 19% lebih tinggi untuk mengembangkan mioma dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki hipertensi.

Baca Juga: Peringatan WHO Terkait Obat Sirup Batuk J&J, Diduga Mengandung Zat Beracun, 300 Anak Tewas Sejak 2022

Namun, kabar baiknya adalah menjalani pengobatan hipertensi dapat membantu menurunkan risiko ini.

Dilansir Portalbontang.com dari Antara, individu dengan tekanan darah tinggi yang diobati memiliki risiko 20% lebih rendah untuk mengembangkan mioma.

Penelitian ini melibatkan 2.570 wanita berusia antara 42 dan 52 tahun yang tidak memiliki riwayat mioma sebelumnya.

Baca Juga: Rahasia Rempah-Rempah untuk Otak Sehat: Menangkal Alzheimer dan Meningkatkan Memori

Para peneliti melacak mereka selama 13 tahun dan menemukan bahwa peserta dengan hipertensi yang tidak diobati memiliki risiko 37% lebih rendah untuk diagnosis mioma jika mereka menjalani pengobatan.

Individu yang mengonsumsi inhibitor ACE (pengobatan untuk hipertensi) juga memiliki risiko 48% lebih rendah untuk mengembangkan mioma.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kontrol tekanan darah dapat menjadi strategi baru untuk pencegahan mioma pada wanita, terutama mereka yang baru didiagnosis dengan hipertensi,” kata para peneliti.

Baca Juga: Pahlawan Emansipasi Wanita: Menelusuri Jejak Kartini Melalui Surat-suratnya

Meskipun penelitian ini memberikan informasi penting, perlu diingat bahwa penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan.

Salah satunya adalah para peneliti mengandalkan laporan diri untuk diagnosis mioma, sehingga kemungkinan ada mioma yang tidak terdeteksi.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami hubungan antara hipertensi dan mioma uteri secara lebih mendalam.

Baca Juga: Mengenang RA Kartini, Profil dan Fakta Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesia

Namun, bagi wanita dengan hipertensi, penelitian ini memberikan harapan baru.

Mengontrol tekanan darah dengan pengobatan dapat membantu menurunkan risiko terkena mioma uteri. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu