Tiga Bayi Palestina Wafat Akibat Kedinginan di Pengungsian Gaza

Tiga bayi Palestina meninggal akibat hipotermia di pengungsian Gaza, memicu kekhawatiran atas minimnya bantuan selama musim dingin ekstrem.

R
Tiga Bayi Palestina Wafat Akibat Kedinginan di Pengungsian Gaza

PORTAL BONTANG – Tiga bayi Palestina kehilangan nyawa akibat kedinginan ekstrem saat tinggal di tenda-tenda pengungsian dengan suhu mencapai 13°C pekan ini.

Direktur Bangsal Anak RS Nasser, Ahmed Al-Farra, mengonfirmasi kepada Associated Press bahwa jasad ketiga bayi diterima dalam 48 jam terakhir, dengan penyebab kematian akibat hipotermia—kondisi di mana suhu tubuh turun di bawah 35°C.

Korban adalah Sila Mahmoud Al-Faseeh, bayi 21 hari; bayi berusia satu bulan; dan bayi lain yang baru tiga hari.

Baca Juga: Netizen Merapat! 5 Artis Muda Indonesia Resmi Tunangan di 2024, dari Al Ghazali hingga Amanda Rawles

“Ketiganya lahir dalam kondisi sehat,” kata Al-Farra, dilansir Portalbontang.com dari VOA Indonesia, Kamis 26 Desember 2024.

Keluarga Al-Faseeh tinggal di sebuah tenda darurat di Muwasi, Khan Younis, setelah mengungsi dari Kota Gaza.

Ayah Sila, Mahmoud Al-Faseeh, mengatakan meskipun sudah membungkus anaknya dengan selimut, itu tidak cukup untuk melawan suhu dingin di tenda yang berlantaikan tanah.

“Malam itu sangat dingin hingga kami pun kesulitan bertahan,” ujarnya. “Ketika bangun, kami menemukan Sila menggigit lidahnya, tubuhnya kaku seperti kayu.”

Baca Juga: Indonesia Dominasi World Pencak Silat Championship 2024, Raih Juara Umum

Video yang dibagikan Muneer Al-Boursh memperlihatkan tubuh Sila yang terbungkus selimut dengan wajah pucat dan bibir membiru.

Sila hanya mendapatkan susu formula, karena ibunya kekurangan gizi sehingga tidak bisa menyusuinya.

Pada Rabu dini hari (25/12), Sila tidak lagi menangis seperti biasa. Mahmoud langsung membawanya ke rumah sakit lapangan Inggris, tetapi paru-parunya sudah rusak parah sehingga nyawanya tak tertolong.

Baca Juga: Ribut Hoaks Ransomware BRI, Mr Bert Diserbu Netizen Gara-Gara Konten Kontroversial

Mahmoud mengungkapkan mereka kekurangan pakaian, selimut, dan kasur untuk menghadapi musim dingin, dan bergantung pada bantuan makanan.

Kekhawatiran meningkat di Gaza, tempat dua juta warga mengungsi akibat konflik Israel-Hamas yang berlangsung 15 bulan terakhir.

Para pekerja kemanusiaan menyebutkan kekurangan selimut, pakaian hangat, dan kayu untuk menghangatkan tenda yang sudah lapuk karena pemakaian panjang. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu