Portalbontang.com, PPU – Pemprov Kaltim tengah menggarap salah satu proyek infrastruktur paling strategis dalam sejarahnya: pembangunan jalan tembus Sotek (Penajam Paser Utara) ke Bongan (Kutai Barat).
Proyek bernilai lebih dari Rp1 triliun ini dirancang sebagai gerbang utama menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) dari sisi barat, yang jangkauannya bahkan hingga ke negara tetangga.
Hal tersebut ditegaskan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud setelah meninjau langsung progres proyek di Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu (17/9/2025) lalu.
“Sotek-Bongan diarahkan sebagai akses wilayah barat Kaltim ke Ibu Kota Nusantara (IKN),” kata Rudy, dilansir Portalbontang.com dari Instagram @pemprov_kaltim, Jumat 19 September 2025.
Gubernur menjelaskan, visi pembangunan jalur ini jauh melampaui konektivitas regional. Jalan ini akan membuka isolasi dan menjadi urat nadi ekonomi baru bagi empat kabupaten di Kaltim (Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, dan PPU), dua provinsi tetangga, hingga dua negara.
“Dua provinsi yakni Provinsi Kalimantan Tengah (Kabupaten Murung Raya) dan Kalimantan Utara (Kabupaten Malinau). Sementara dua negara adalah Malaysia dan Brunai Darussalam,” sebutnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kaltim, AM Fitra Firnanda, memaparkan detail teknis proyek jalan Sotek-Bongan. Dari total panjang 105 kilometer, tantangan terbesar adalah menembus kawasan hutan sepanjang 35 kilometer.
“Masih ada sekitar 35 km tertutup hutan dan itu yang sedang kami garap,” jelas Nanda, sapaan akrabnya.
Pihaknya telah menurunkan alat berat pada tahun 2025 untuk membuka lahan hutan tersebut. Sementara itu, pengerjaan konstruksi fisik jalan Sotek-Bongan secara masif dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2026.
“Kami perkirakan nilainya lebih dari Rp1 triliun,” tutupnya, menggarisbawahi skala monumental proyek ini. ***