Portalbontang.com, Bontang - Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Heri Keswanto, menilai upaya pencegahan terhadap fenomena Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, dan Queer (LGBTQ) tidak akan berjalan efektif apabila hanya mengandalkan intervensi dari pemerintah daerah semata.
Menurut Heri, institusi keluarga memiliki peran yang paling esensial dan penting sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter serta mengawasi perkembangan perilaku anak maupun anggota keluarga lainnya. Karena itu, langkah edukasi kepada masyarakat dinilai harus diperkuat agar pencegahan penyimpangan seksual dapat dilakukan sejak usia dini.
Lebih lanjut, Heri memaparkan bahwa pemerintah tetap perlu menghadirkan program pembinaan bagi anggota masyarakat yang terindikasi fenomena tersebut. Namun, pelaksanaannya harus dilakukan secara komprehensif dan wajib melibatkan berbagai pihak yang memiliki kompetensi teknis di bidangnya.
Baca Juga: 1.000 Warga Bontang Masuk Daftar Tunggu BPJS, Komisi A DPRD Minta Pemkot Siapkan Skema PBI Daerah
“Pendekatannya jangan hanya berhenti pada sosialisasi. Harus ada pembinaan yang benar-benar terstruktur, melibatkan tenaga profesional sehingga ada proses pendampingan yang jelas bagi mereka yang membutuhkan,” ujarnya saat memberikan keterangan pada Rabu (15/7/2026).
Heri menambahkan, skema pembinaan dari pemerintah tersebut dapat dikombinasikan dengan metode pembinaan kedisiplinan serta pendampingan psikologis agar penanganannya tidak bersifat parsial atau setengah-setengah.
“Kalau memang diperlukan, bisa dipadukan dengan pembinaan karakter yang disiplin dan pendampingan psikolog. Yang terpenting adalah bagaimana proses pembinaannya dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” katanya.
Di sisi lain, Heri kembali mengingatkan masyarakat luas agar tidak pernah mengabaikan peran keluarga dalam mencegah munculnya perilaku yang dinilai menyimpang dari norma. Menurutnya, perhatian orang tua terhadap lingkungan pergaulan, pola asuh di rumah, dan tumbuh kembang anak menjadi langkah awal pencegahan yang tidak bisa digantikan oleh pihak mana pun.
“Orang tua harus lebih peka terhadap perkembangan anaknya. Pencegahan paling efektif dimulai dari rumah, kemudian diperkuat melalui pendidikan dan lingkungan sosial yang baik,” tutupnya. (adv)