Portalbontang.com, Bontang - Pemkot Bontang terus menggenjot pemerataan infrastruktur, khususnya penyediaan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat.
Komitmen ini ditunjukkan langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melalui inspeksi ke lapangan pada Jumat (27/03/2026).
Ia melakukan peninjauan secara menyeluruh terhadap proyek pembangunan hunian yang tengah dikerjakan di kawasan Bontang Lestari.
Baca Juga: Timnas Indonesia Gilas Saint Kitts and Nevis 4-0 di FIFA Series 2026
Fokus utama dari peninjauan ini adalah mengevaluasi kelayakan serta penyeragaman desain fisik bangunan hasil program tahun 2025 lalu.
Dalam kunjungannya, Neni menemukan fakta bahwa prototipe rumah yang telah dibangun sebelumnya belum sepenuhnya seragam secara ukuran.
“Ingin mengevaluasi yang 2025 itu seperti apa, ternyata prototipe-nya tidak sama. Ini tadi ada yang besar, ada yang kecil,” ungkapnya.
Berkaca dari hal tersebut, pemerintah berkomitmen untuk menjadikan Hunian Standar bersubsidi sebagai tolok ukur penyeragaman fasad bangunan.
Baca Juga: FIFA Series 2026: Timnas Indonesia Ungguli Saint Kitts dan Nevis 2-0 di Babak Pertama
Saat ini, wilayah Bontang Lestari sendiri tengah menggarap 12 unit rumah yang menjadi bagian dari program strategis pemerintah daerah.
Meskipun APBD sedang mengalami penyesuaian, Wali Kota Bontang memastikan bahwa kolaborasi lintas sektor akan terus dimaksimalkan.
“Jadi kita memanfaatkan dengan APBD kita yang turun ini, kita berupaya maksimal untuk minta program-program pusat. Memang kalau pemerintah pusat itu hanya atap lantai dinding yang nilainya hanya 20 juta. Tidak apa-apa, nanti itu akan diseragamkan bagaimana modelnya supaya bisa bagus.”
Baca Juga: Info Tarif Air PDAM Bontang Alami Penyesuaian Mulai April 2026
Tahun ini, Pemkot Bontang sangat agresif mengusulkan pembangunan 300 unit rumah ke pusat dan 80 unit ke tingkat provinsi.
Dana APBD juga disuntikkan sekitar Rp600 juta untuk memfasilitasi pembangunan 30 unit rumah tambahan bagi warga.
Aspek fasilitas sanitasi turut menjadi sorotan utama demi memastikan kualitas kesehatan lingkungan penghuni terjaga dengan baik.
“Wc nya harus ada, saya tidak ingin ada yang buang air besar sembarangan. Makanya tadi fokus di jamban keluarga. Karena sanitasi penting untuk mencegah stunting,” jelasnya. ***