Dapat Suntikan Hibah Rp 150 Miliar dari Jeju, Bontang Perkuat Sistem Pengelolaan Sampah Menuju Bebas TPA 2030

Raih hibah Rp150 Miliar dari Jeju, Wali Kota Neni paparkan strategi Bontang Merdeka Sampah dan target bebas TPA 2030 di Seminar Unmul.

M
Dalam Seminar Nasional Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Universitas Mulawarman, Kamis (12/2/2026), Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memaparkan strategi besar kota dalam pengelolaan limbah.
Dalam Seminar Nasional Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Universitas Mulawarman, Kamis (12/2/2026), Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memaparkan strategi besar kota dalam pengelolaan limbah. | Foto: Unmul

Portalbontang.com, Bontang - Kota Bontang terus memperkuat posisinya sebagai kota industri yang peduli lingkungan. 

Dalam Seminar Nasional Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di Universitas Mulawarman, Kamis (12/2/2026), Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni memaparkan strategi besar kota dalam pengelolaan limbah.

Salah satu sorotan utama adalah keberhasilan Bontang mengamankan dukungan internasional. Wali Kota Neni mengungkapkan bahwa Bontang menerima dana hibah dari Jeju, Korea Selatan, senilai Rp 150 miliar.

Dana ini dialokasikan untuk modernisasi pengelolaan sampah, sejalan dengan kebijakan nasional yang menargetkan tidak ada lagi pembukaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) baru pada tahun 2030.

Baca Juga: Estafet Kepemimpinan Berjalan Mulus, Kusnadi Pimpin PWI Bontang: Lanjutkan Warisan Profesionalisme
 

Tantangan 107 Ton Sampah Per Hari

Dalam paparannya sebagai keynote speaker, Neni membuka data riil di lapangan. Dengan populasi 194 ribu jiwa, Bontang memproduksi sampah hingga 107 ton per hari.

“Sekitar 82 persen sampah itu berasal dari rumah tangga, dan 40 persennya adalah plastik sekali pakai. Ini tantangan daya dukung lingkungan yang serius,” urai Neni.

Untuk itu, Pemkot Bontang menggalakkan program GESIT (Gerakan Sampahku Itu Tanggung Jawabku) dan memaksimalkan peran 342 Bank Sampah yang tersebar di tingkat RT.

Baca Juga: Lawan Hoaks dengan 'Strategi Firefighter', Dosen UMM Raih Gelar Doktor di Malaysia
 

Filosofi "Bumi Tidak Butuh Kita"

Neni juga memberikan pesan menohok bagi para akademisi dan mahasiswa yang hadir. Ia mengingatkan bahwa pelestarian lingkungan adalah kebutuhan mutlak manusia, bukan kebutuhan bumi.

“Bumi hanya satu. Kita membutuhkan bumi, karena bumi tidak membutuhkan kita. Kita boleh lelah, tetapi tidak boleh menyerah untuk mengubah perilaku,” pesannya.

Seminar yang diketuai Toman Colbert Manalu ini juga menghimpun 29 artikel ilmiah sebagai sumbangsih akademisi dalam mencari solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Kalimantan Timur. *** 

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: PPID Setda Bontang

Menu