Disdikbud Bontang Libatkan Orang Tua Cegah Anak Ikut 'Sujud Freestyle'

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengatakan pengawasan terhadap anak tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah.

R
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. | Foto: Rhae/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang mengajak orang tua ikut aktif mengawasi aktivitas anak menyusul munculnya tren “sujud freestyle” di kalangan siswa sekolah dasar. 

Pengawasan keluarga dinilai sangat penting karena sebagian besar aktivitas anak berlangsung di luar lingkungan sekolah.

Kepala Disdikbud BontangAbdu Safa Muha, mengatakan pengawasan terhadap anak tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pihak sekolah. 

Baca Juga: Diwarnai Suasana Haru, Wawali Agus Haris Lepas 112 Jamaah Haji Bontang ke Tanah Suci

Orang tua disebut memiliki peran utama dalam memastikan anak tidak mengikuti tantangan berbahaya dari media sosial.

“Waktu anak lebih banyak di rumah. Karena itu orang tua juga perlu mengetahui tontonan maupun aktivitas yang sedang diikuti anak,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, tren seperti “sujud freestyle” mudah menyebar karena anak-anak menganggapnya sebagai permainan yang menarik dan menghibur. 

Padahal gerakan tersebut memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan apabila dilakukan tanpa pengawasan.

Baca Juga: Mentan Amran Lepas Ekspor Perdana Pupuk Urea PKT ke Australia, Tembus Rp7 Triliun, Selanjutnya India, Filipina, Brazil, dan Bangladesh

Ia menjelaskan, posisi kepala yang menopang tubuh dapat menyebabkan cedera serius pada leher maupun tulang belakang apabila anak kehilangan keseimbangan saat mencoba aksi tersebut.

Disdikbud pun meminta sekolah segera meningkatkan pengawasan terhadap siswa serta memberikan edukasi mengenai bahaya tantangan viral yang beredar di media sosial. 

Guru diminta tidak hanya memberi larangan, tetapi juga menjelaskan dampak dari tindakan tersebut.

Baca Juga: Konsisten Latihan Bawa Dua Siswa SDN 011 Bontang Selatan Raih Juara FLS3N Tingkat Kota

Pun dirinya menilai komunikasi yang baik antara orang tua dan anak juga menjadi bagian penting dalam pencegahan. 

Dengan komunikasi yang terbuka, anak diharapkan lebih mudah diarahkan untuk menghindari aktivitas berbahaya.

“Kalau hanya melarang tanpa dijelaskan alasannya, anak biasanya tetap penasaran dan mencoba diam-diam,” katanya.

Ia berharap keterlibatan keluarga dan sekolah secara bersama-sama dapat mencegah anak mengikuti tren viral yang berisiko membahayakan keselamatan. (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu