Portalbontang.com, Bontang - Kasus ditemukannya remaja SMP yang mengonsumsi minuman beralkohol oplosan di Kelurahan Tanjung Laut pada Sabtu (2/5/2026) menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang.
Peristiwa ini mencuat setelah aparat melakukan razia dan mendapati sejumlah pelajar terlibat dalam aktivitas berisiko tersebut.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, mengaku terkejut sekaligus prihatin atas kejadian itu. Ia menilai, fenomena ini menjadi sinyal adanya celah dalam pengawasan terhadap pelajar, khususnya di luar jam sekolah.
Baca Juga: Diwarnai Suasana Haru, Wawali Agus Haris Lepas 112 Jamaah Haji Bontang ke Tanah Suci
“Terus terang saja kami kaget dan prihatin. Tiba-tiba ada anak yang terjaring razia, justru mengonsumsi minuman keras oplosan,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Menurutnya, minuman oplosan merupakan ancaman serius karena kandungannya tidak jelas dan kerap dicampur bahan berbahaya.
Di berbagai daerah lain, kasus serupa bahkan telah menyebabkan korban jiwa akibat keracunan.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa edukasi tentang bahaya miras harus diperkuat secara sistematis di sekolah.
Tidak hanya melalui penyampaian materi, tetapi juga pendekatan yang menyentuh aspek kesadaran siswa.
Disdikbud Bontang berencana mendorong sekolah-sekolah untuk lebih aktif mengintegrasikan pendidikan karakter dan kesehatan dalam kegiatan belajar, termasuk memberikan pemahaman nyata tentang dampak buruk penyalahgunaan zat berbahaya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap pola pengawasan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun saat di luar jam belajar.
Baca Juga: Konsisten Latihan Bawa Dua Siswa SDN 011 Bontang Selatan Raih Juara FLS3N Tingkat Kota
"Evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi potensi risiko sejak dini," tuturnya.
Ia berharap langkah-langkah tersebut mampu menekan angka kenakalan remaja sekaligus membangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan terhadap pelajar merupakan tanggung jawab bersama. (adv)