Portalbontang.com, Bontang - Anggota Komisi A DPRD Bontang, Muhammad Yusuf, menyoroti keterlibatan pelajar dalam kasus peredaran narkotika yang belakangan terjadi di Kota Bontang.
Menurutnya, aparat penegak hukum harus menindak tegas para pengedar sekaligus menelusuri jaringan yang melibatkan anak-anak usia sekolah.
“Kalau ada pelajar yang terlibat dalam peredaran narkotika, pengedarnya harus ditangkap dan ditelusuri. Ini penting agar kasus serupa tidak terus berulang,” ujarnya belum lama ini.
Baca Juga: Wali Kota Bontang dan Ketua DPRD Raih Penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2023
Ia menegaskan, upaya pencegahan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, diperlukan keterlibatan lintas sektor, mulai dari orang tua, sekolah, hingga lingkungan sekitar untuk melakukan pengawasan terhadap anak-anak dan remaja.
Yusuf berharap sekolah dapat lebih aktif memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba kepada para siswa. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menyampaikan pesan-pesan pencegahan saat apel pagi secara rutin.
“Minimal setiap minggu saat apel sekolah disampaikan bahwa narkoba itu sangat berbahaya bagi pelajar. Edukasi seperti ini harus terus dilakukan,” katanya.
Selain sosialisasi, Yusuf juga mendorong pelaksanaan tes urine secara berkala di lingkungan sekolah sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar.
Baca Juga: Pemkot Bontang Percepat Pengangkatan Non-ASN Menjadi PPPK, DPRD Siap Perjuangkan
“Tes urine perlu sering dilakukan. Itu salah satu cara yang lebih efektif untuk pencegahan. Jangan sampai kita baru tahu setelah ada kasus yang terungkap,” ujarnya.
Ia menyinggung kasus yang melibatkan seorang pelajar yang diduga berperan sebagai kurir narkoba. Menurut Yusuf, keterlibatan pelajar sebagai kurir menunjukkan adanya upaya pihak tertentu memanfaatkan anak-anak dengan iming-iming uang dalam jumlah besar.
“Kasus kemarin bukan sebagai pemakai, tetapi sebagai kurir. Mereka tergiur dengan imbalan yang cukup besar. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Atasi Banjir Jadi Prioritas, Wali Kota dan DPRD Bontang Teken KUA PPAS 2026
Selain persoalan narkoba, Yusuf juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi dunia pendidikan, termasuk pergaulan bebas dan isu-isu sosial lainnya yang melibatkan remaja.
Ia menilai perlu adanya kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk tokoh agama dan lembaga keagamaan, untuk memberikan pembinaan moral kepada generasi muda.
Meski demikian, Yusuf menekankan bahwa peran utama tetap berada di lingkungan keluarga. Menurutnya, pengawasan orang tua menjadi faktor paling penting dalam mencegah anak terjerumus ke dalam pergaulan negatif.
“Intinya ada pada pengawasan orang tua. Waktu anak lebih banyak di rumah dibandingkan di sekolah. Sekolah mungkin sekitar tujuh jam sehari, selebihnya mereka berada di lingkungan keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
Baca Juga: DPRD dan Pemkot Bontang Bahas 8 Raperda Baru, Mulai Insentif Guru hingga Bencana Industri
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap perkembangan anak-anak agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba maupun perilaku menyimpang lainnya.
“Orang tua, sekolah, dan lingkungan harus saling bersinergi. Pengawasan yang baik akan membantu melindungi anak-anak kita dari pengaruh negatif pergaulan,” tutupnya. (adv)