Portalbontang.com, Yogyakarta – Umat Islam kembali disapa oleh momen sakral tahunan: Iduladha.
Tahun ini, berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal, Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan bahwa 10 Zulhijah 1446 H jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025 M.
Penetapan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan bagian dari konsistensi Muhammadiyah dalam memajukan ilmu falak modern dan menyatukan umat melalui ketepatan astronomis.
Baca Juga: Hardiknas 2025: Bontang Dorong Transformasi Pendidikan Digital, 256 Guru Negeri Terima Laptop
Berdasarkan perhitungan yang dilansir Portalbontang.com dari situs resmi Muhammadiyah, ijtimak menjelang Zulhijah terjadi pada 27 Mei 2025 pukul 10.04 WIB, dengan ketinggian hilal saat matahari terbenam di Yogyakarta mencapai +01° 27’ 07”.
Itu menandakan bahwa hilal telah wujud, sehingga 1 Zulhijah 1446 H dimulai pada 28 Mei 2025.
Dengan demikian, Hari Arafah (9 Zulhijah) akan jatuh pada Kamis, 5 Juni 2025. Sementara itu, puncaknya, Iduladha, disambut pada esok harinya.
Di hari itu, jutaan umat Islam akan melaksanakan kurban dan mengenang keteladanan Nabi Ibrahim—pengorbanan, keikhlasan, dan kepatuhan total kepada Allah SWT.
Baca Juga: Misteri Dibalik Perbuatan: Ketika Cara Berpikir Jadi Pengendali
Di tengah era digital dan derasnya informasi, persiapan kurban bukan hanya perkara logistik.
Ini adalah perihal kesiapan jiwa untuk berbagi. Terutama bagi yang selama ini berada di pinggiran distribusi.
Maka, semangat “tepat sasaran” dalam pembagian daging kurban menjadi tema penting yang relevan digaungkan tahun ini.
Baca Juga: Janji Prabowo Hapus Outsourcing: Antara Harapan Buruh dan Realita Investasi
Lebih dari itu, Muhammadiyah pun telah menyiapkan tonggak baru: penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) mulai tahun 1447 H/2026 M.
Keputusan ini tertuang dalam Keputusan PP Muhammadiyah Nomor 86/KEP/I.0/B/2025, sebagai upaya menyatukan kalender hijriah umat Islam dunia dalam satu sistem terpadu.
Sebagaimana dikatakan Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Syamsul Anwar, “Kita berusaha membangun sistem kalender global sebagai bentuk ijtihad modern untuk persatuan umat.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya menjaga warisan, tetapi juga terus menyesuaikan langkah dengan zaman.
Kini saatnya kita menyambut Iduladha dengan kesiapan hati dan aksi nyata.
Mari hadirkan kurban terbaik, pererat silaturahmi, dan kuatkan solidaritas sosial dari daerah masing-masing hingga ke penjuru negeri.***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A