Portalbontang.com, Bontang - Latihan teknis berbasis rangkaian menjadi fokus utama siswa SDN 001 Bontang Utara dalam mempersiapkan diri menghadapi O2SN 2026 cabang Kids’ Athletics di tingkat kota.
Metode ini diterapkan untuk membiasakan siswa menghadapi lintasan kompetisi yang sebenarnya.
Guru PJOK, Resky Awaliyah, mengatakan bahwa latihan ini baru dimulai setelah masa libur sekolah. Pada sesi awal, siswa langsung diperkenalkan dengan pola latihan yang menyerupai lomba.
Baca Juga: Akreditasi A Perpustakaan SDN 001 Bontang Utara Dongkrak Minat Baca Siswa
“Baru mulai hari ini, jadi langsung kita kenalkan ke rangkaian supaya mereka terbiasa,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Latihan mencakup berbagai teknik seperti sprint, lari zig-zag, lompat rintangan, hingga roll depan di atas matras.
Setiap siswa harus melewati lintasan yang telah disusun secara berurutan.
Dalam satu lintasan, siswa dituntut untuk berlari cepat, melompati rintangan, kemudian kembali sprint hingga garis akhir. Hal ini melatih kecepatan sekaligus ketahanan dan koordinasi tubuh.
Baca Juga: Disdikbud Tempuh Penataan Humanis, Siswa SDN 003 Bontang Barat Dipastikan Tetap Terlayani
“Jadi tidak hanya cepat, tapi juga harus bisa mengatur tenaga,” jelasnya.
Selama latihan, siswa terlihat terus mencoba menyelesaikan lintasan dengan waktu terbaik. Mereka mengulang beberapa kali untuk memperbaiki teknik dan mengurangi kesalahan.
Resky menjelaskan bahwa latihan ini termasuk dalam kategori “Formula 1” dalam Kids’ Athletics.
Baca Juga: SDN 008 Bontang Utara Bagi TKA Tiga Sesi Selama Dua Hari, 108 Siswa Jadi Peserta
“Ini memang rangkaian, jadi semua teknik digabung dalam satu lintasan,” katanya.
Dua siswa yang mengikuti latihan ini adalah Muhammad Imam Fajar Hambali kelas 5C dan Alisa Nur Raisabila kelas 4A.
Dari hasil pengamatan, keduanya memiliki kecepatan yang cukup baik. Namun, teknik pernapasan dan lompat masih menjadi perhatian utama.
“Kalau lari mereka sudah cepat, tapi masih perlu dilatih supaya tidak cepat capek,” ujarnya.
Catatan waktu sementara menunjukkan sprint sekitar 10–11 detik dan lintasan kombinasi sekitar 20 detik. Ia yakin, dengan latihan yang berfokus pada teknik, diharapkan kemampuan siswa dapat meningkat secara bertahap. (adv)