PGRI Jadi Pemersatu Guru, Disdikbud Bontang Perkuat Kolaborasi Pendidikan

Peran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai wadah pemersatu tenaga pendidik lintas jenjang kembali ditegaskan dalam kegiatan bimtek pengelolaan perpustakaan sekolah di Kota Bontang.

R
Foto bersama kegiatan PGRI.
Foto bersama kegiatan PGRI. | Foto: Rhae/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - Peran Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) sebagai wadah pemersatu tenaga pendidik lintas jenjang kembali ditegaskan dalam kegiatan bimtek pengelolaan perpustakaan sekolah di Kota Bontang. 

Kolaborasi dengan Disdikbud menjadi bagian penting dalam memperkuat program pendidikan di daerah.

Ketua PGRI Bontang, Saparuddin, menyebut bahwa organisasinya memiliki posisi strategis dalam menyatukan guru dari berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SMA, tanpa terikat batasan kewenangan pemerintah daerah.

Baca Juga: Diwarnai Suasana Haru, Wawali Agus Haris Lepas 112 Jamaah Haji Bontang ke Tanah Suci

Menurutnya, kekuatan tersebut menjadi modal penting dalam mendorong berbagai program peningkatan mutu pendidikan, termasuk penguatan perpustakaan sekolah.

Ia juga menilai bahwa kegiatan bimtek ini menjadi contoh nyata bagaimana organisasi profesi dapat berkontribusi langsung terhadap kebijakan pemerintah daerah.

“PGRI hadir untuk menyatukan semua jenjang pendidikan tanpa batas. Ini kekuatan kita dalam membangun pendidikan yang lebih baik,” tegasnya, Selasa (5/5/2026).

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi yang kuat akan mempercepat tercapainya tujuan bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Baca Juga: Mentan Amran Lepas Ekspor Perdana Pupuk Urea PKT ke Australia, Tembus Rp7 Triliun, Selanjutnya India, Filipina, Brazil, dan Bangladesh

Di sisi lain, Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menegaskan bahwa kerja sama eksternal menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan perpustakaan sekolah. I

a menyebut bahwa pengelolaan perpustakaan tidak bisa dilakukan secara sendiri, melainkan harus melibatkan berbagai pihak.

“Bangunlah kerja sama eksternal. Itu penting untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan perpustakaan,” ujarnya.

Dengan sinergi yang kuat, ia optimistis berbagai program pengembangan pendidikan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu