Portalbontang.com, Kutai Kartanegara – Di tengah kekhawatiran akan punahnya warisan budaya, secercah harapan datang untuk Ulap Doyo, kain tenun ramah lingkungan khas Suku Dayak Benuaq di Kutai, Kalimantan Timur.
Harta karun budaya yang pernah menembus 10 besar pameran produk internasional di Amerika Serikat ini kini mendapat sentuhan modern dari para mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Menghadapi ancaman minimnya regenerasi perajin, sekelompok mahasiswa KKN UMM di Kelurahan Loa Ipuh, Tenggarong, Kutai Kartanegara, mendedikasikan programnya untuk merevitalisasi UMKM tenun Ulap Doyo “Pokant Takaq”. Mereka membawa misi konkret: menjaga asa kain berbahan serat tumbuhan doyo ini dari gerusan zaman.
Dengan tema “Pendampingan Digitalisasi UMKM Lokal”, para mahasiswa ini membekali para perajin dengan serangkaian keterampilan pemasaran modern.
Programnya meliputi pembuatan E-Katalog, pelatihan manajemen media sosial, desain konten visual, hingga sesi fotografi produk profesional.
“Program ini kami rancang sebulan penuh dan berkelanjutan, dengan target utama memasarkan Ulap Doyo secara digital, hingga Go International,” ungkap Muhammad Rizky Akmal, salah satu anggota kelompok KKN.
Tak berhenti di pemasaran, para mahasiswa juga menyentuh akar masalah. Mereka menggelar forum diskusi dengan sekolah dan masyarakat untuk mengatasi ancaman kepunahan seni tenun.
Anak-anak bahkan diajak untuk mengenal langsung proses menenun, sebuah langkah penting untuk menumbuhkan kecintaan pada budaya sejak dini.
Upaya ini mendapat sambutan hangat dan dikunjungi berbagai tokoh penting, mulai dari perwakilan istri pejabat Bank Indonesia hingga Putri Indonesia.
“Alhamdulillah, ini juga berkat dukungan penuh UMM. Termasuk ide dan bimbingan dari dosen pendamping lapangan Dr. M. Isnaini. M.Pd. yang terus mendampingi,” tambah Rizky.
Selain fokus pada tenun, tim KKN di Kukar ini juga menjadi penggerak Bank Sampah Rotok Etam.
Sementara itu, tim KKN UMM lainnya di Balikpapan juga aktif mengembangkan UMKM produk olahan bawang dayak, tanaman khas Kalimantan, melalui inovasi pemasaran untuk Koperasi Merah Putih. Semuanya bertujuan sama: mengangkat potensi lokal Kalimantan ke panggung yang lebih luas. ***