Setelah Raih 45 Adiwiyata, Bontang Targetkan Seluruh Sekolah ‘Merdeka Sampah’, Deklarasi di TPA

Sebuah langkah berani: Wali Kota Neni ajak puluhan sekolah deklarasi Merdeka Sampah langsung di TPA. Sebuah pesan kuat untuk mendidik generasi peduli lingkungan.

M
Setelah Raih 45 Adiwiyata, Bontang Targetkan Seluruh Sekolah ‘Merdeka Sampah’, Deklarasi di TPA

Portalbontang.com, Bontang – Ada pemandangan tak biasa di area Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bontang Lestari pada Senin (25/8/2025).

Puluhan kepala sekolah bersama jajaran pejabat Pemkot Bontang berkumpul bukan untuk kunjungan biasa, melainkan untuk sebuah komitmen besar: Deklarasi Sekolah Merdeka Sampah.

Pemilihan lokasi yang sarat makna ini merupakan sebuah pesan kuat dari Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, yang memimpin langsung apel deklarasi.

Tujuannya jelas, yakni mengajak para insan pendidikan untuk melihat dan menghadapi langsung realitas masalah sampah di kota, sebagai langkah awal untuk melahirkan solusi dari lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Wali Kota Neni menegaskan bahwa Merdeka Sampah bukanlah konsep utopis tanpa sampah sama sekali, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk mengelola sampah secara bijak dan bertanggung jawab.

“Bontang Merdeka Sampah bukan berarti kita tidak lagi menghasilkan sampah, tetapi bagaimana kita mengolahnya dengan bijak dan bertanggung jawab,” ujar Neni.

Program ini, lanjutnya, bertujuan menanamkan budaya cinta lingkungan sejak dini. Sekolah dipandang sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter generasi masa depan yang peduli.

“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga menjadi tempat untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan,” tegasnya.

Komitmen ini bukan sekadar wacana. Hingga tahun 2024, sebanyak 45 sekolah di Bontang telah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata di berbagai tingkatan. Prestasi ini menjadi fondasi kuat untuk memperluas gerakan ke seluruh sekolah di Bontang.

“Kami bangga karena hingga tahun 2024, sebanyak 45 sekolah di Kota Bontang telah mendapatkan penghargaan Adiwiyata, sebagai bukti bahwa Bontang berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat,” tambah Neni.

Acara di TPA Bontang Lestari ini juga menjadi ajang kolaborasi multi-pihak.

Perwakilan sekolah dari tingkat SD, SMP, dan SMA menandatangani papan komitmen yang disaksikan langsung oleh Wali Kota, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Heru Triatmojo, Plt Kepala Disdikbud Saparudin, dan Kemenag Bontang.

Sebagai dukungan nyata, diserahkan pula bantuan alat pengelolaan sampah berupa drop box dan komposter aerob.

Bantuan ini merupakan hasil partisipasi dari perusahaan-perusahaan seperti PT Pupuk Kaltim, PT KPI, PT Indominco Mandiri, PT KIE, dan PT GPK, yang menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri.

Melalui deklarasi di “jantung” permasalahan sampah ini, Pemkot Bontang berharap dapat melahirkan budaya baru yang menjadikan setiap sekolah sebagai pionir, dan setiap siswa sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan kota.***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Instagram @prokompim.bontang

Menu