Portalbontang.com, Bontang - Langkah cepat percepatan pembangunan infrastruktur terus dilakukan oleh jajaran Pemerintah Kota Bontang.
Komitmen nyata tersebut kembali ditunjukkan oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, pada pekan ini.
Usai sukses menambah kuota Jargas, ia kini ganti menyambangi kantor Kementerian PUPR di Jakarta.
Baca Juga: Maksimalkan 43 Guru yang Ada, SMPN 2 Bontang Perkuat Strategi Internal
Kunjungan kerja pada Rabu (1/4/2026) siang ini bertujuan untuk menangani masalah Banjir Rob di daerah wisata.
Destinasi wisata andalan yang dimaksud adalah kawasan Bontang Kuala yang kerap terendam air pasang laut.
Dalam kunjungannya, Neni didampingi Kepala Bapperida Syahruddin dan Kabid Pembangunan Noni Agetha.
Rombongan tersebut diterima langsung oleh jajaran Direktorat Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Jalan dan Jembatan.
Baca Juga: 39 Siswa SMA YPK Bontang Lolos SNBP 2026, Dominasi PTN Ternama Nasional
Para pejabat kementerian yang hadir meliputi Ibnu Kurniawan, Ahnes Intan, dan Benny W. Christiawan.
Pada kesempatan itu, Neni memaparkan urgensi perbaikan akses jalan nasional sepanjang 900 meter.
"Kami melaporkan kondisi infrastruktur jalan nasional yang saat ini menjadi kendala utama bagi mobilitas masyarakat dan sektor pariwisata. Fenomena banjir rob terjadi setiap sore hingga malam hari, yang tidak hanya mengganggu aktivitas warga tetapi juga berdampak pada fasilitas pendidikan di sekitar lokasi," ujar Neni di hadapan jajaran pejabat Kementerian PU.
Baca Juga: Kejar Adiwiyata, SMPN 2 Bontang Perkuat Budaya Ramah Lingkungan
Ia menjelaskan bahwa perbaikan ini sangat krusial di tengah keterbatasan APBD pemerintah daerah saat ini.
Kondisi tanah di lokasi yang merupakan muara membuat daya dukung jalan menjadi sangat rendah.
"Bontang telah memberikan kontribusi besar bagi negara, khususnya melalui sektor migas. Kami berharap Pemerintah Pusat dapat memberikan perhatian khusus pada perbaikan jalan ini. Penanganan sepanjang 900 meter tersebut sangat berarti bagi keselamatan dan kenyamanan warga kami, agar tidak ada lagi masyarakat yang terdampak risiko saat melintasi jalur tersebut," tambahnya.
Diharapkan langkah jemput bola ini segera membuahkan hasil nyata bagi perbaikan infrastruktur daerah. ***