Apa Itu Urban Farming dan Manfaatnya? Begini Penjelasan Dosen UMM

Apa itu urban farming dan bagaimana manfaatnya kepada masyarakat? Berikut penjelasan dosen UMM. Program ini juga sudah berjalan di Bontang.

R
Apa Itu Urban Farming dan Manfaatnya? Begini Penjelasan Dosen UMM

PORTAL BONTANG – Ary Bakhtiar, SP.,M.Si, dosen program studi Agribisnis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjelaskan tentang urban farming dan manfaatnya.

Urban farming bahkan menjadi salah satu dari program unggulan Pemkot Bontang di bawah kepemimpinan Basri Rase dan Najirah.

Lalu, apa itu urban farming dan apa saja manfaatnya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Baca Juga: Terpopuler Hari Ini, Selasa 20 Februari 2024: Jadwal Acara Trans TV hingga Update Real Count Pilpres di Bontang

Dalam beberapa dekade terakhir, pertanian perkotaan telah muncul sebagai solusi inovatif untuk tantangan yang dihadapi oleh komunitas perkotaan.

Dengan ruang yang terbatas dan ketersediaan lahan yang sulit, urban farming telah membuka peluang baru bagi penduduk kota untuk memanfaatkan lahan sebagai kegiatan pertanian.

Ary Bakhtiar menyatakan, urban farming merupakan salah satu sumber penghasilan bagi masyarakat perkotaan.

Baca Juga: Jadwal Acara Trans TV Hari Ini 20 Februari 2024, Film The Great Gatsby dan Wind River Tayang di Bioskop

Bisa menjadi solusi yang cocok dengan menggunakan metode tanam sekam hidroponik dalam berbagai bentuknya.

Urban farming juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkotaan. Hasil panen tidak hanya dapat dijual untuk mengurangi pengeluaran harian, tetapi juga dapat dikonsumsi sendiri.

“Mayoritas tanaman yang ditanam adalah produk-produk pangan yang dibutuhkan sehari-hari, sehingga dapat menekan jumlah pengeluaran dengan mengalihkannya ke pos-pos pengeluaran lain,” tambah Ari. dikutip Portalbontang.com dalam rilisnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Bontang, Selasa 20 Februari 2024: Cerah Berawan hingga Berawan

Menurutnya, urban farming memberikan berbagai manfaat, termasuk peningkatan kualitas udara dengan penyerapan karbondioksida dan produksi oksigen melalui fotosintesis.

Praktek pertanian organik dan manajemen limbah juga membantu mengurangi polusi air dan tanah.

Selain aspek lingkungan, pertanian perkotaan berperan dalam memperkuat komunitas dengan memfasilitasi interaksi berbagi pengetahuan dan membangun hubungan yang kuat.

Baca Juga: Menpan Ungkap Skema Pemindahan ASN ke IKN, Tak Perlu Sewa Rumah, Dapat Tunjangan Pionir

“Dampak positif dari urban farming melibatkan aspek minimisasi berbagai hal. Misalnya meningkatnya edukasi masyarakat, terutama anak-anak yang senang bercocok tanam. Selain itu, urban farming dapat berfungsi sebagai sarana rekreasi keluarga,” ucapnya.

Urban farming menurut Ari, juga memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan keluarga.

Melibatkan berbagai jenis tanaman dan ternak yang terintegrasi, seperti lele yang dapat diintegrasikan dengan bayam dan kangkung melalui budidaya dalam ember, urban farming dapat mendukung kebutuhan keluarga dalam berbagai aspek.

Baca Juga: Kodim 0908 Bontang Kawal Rekapitulasi Suara Pemilu 2024

Meski demikian, ada sejumlah tantangan saat melakukan kegiatan urban farming.

Beberapa di antaranya yakni keterbatasan lahan yang dapat diatasi dengan teknik pertanian vertikal dan atap.

Kualitas tanah yang terpengaruh oleh polutan dapat diatasi melalui penerapan pertanian organik dan manajemen limbah.

Baca Juga: Hasil Pertemuan Jokowi dan Surya Paloh: Saya Hanya 'Jembatan'

Ketergantungan pada pasokan air teratasi dengan teknik penghematan air seperti irigasi tetes dan penangkapan air hujan.

“Yang lebih berat, tantangan utama dalam urban farming adalah konsistensi dalam niat, perencanaan, dan implementasi. Kegiatan ini memerlukan perawatan rutin, dan konsistensi dalam menjaga tanaman atau hewan menjadi tantangan. Terutama di tengah kesibukan masyarakat perkotaan,” jelasnya.

Penerapan teknologi, seperti hidroponik dan aeroponik, dapat meningkatkan efisiensi dan hasil produksi urban farming.

Baca Juga: Listrik Padam, Salinan C1 214 TPS di Balikpapan Hilang

Penggunaan teknologi menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran bahwa bercocok tanam tidak selalu memerlukan lahan yang luas.

Ia berharap, masyarakat semakin sadar akan manfaatnya, karena urban farming menjadi salah satu upaya efektif untuk menekan biaya hidup dan mengembangkan perubahan positif dalam gaya hidup.

Terakhir, Ari mengatakan bahwa urban farming memiliki potensi besar untuk terus berkembang di masa depan.

Baca Juga: Relawan Ganjar-Mahfud Gelar Demo Hari Ini di Jakarta

Dengan inisiatif dan dukungan yang tepat, kegiatan urban farming dapat berkontribusi pada pembangunan perkotaan yang berkelanjutan, meningkatkan kualitas hidup penduduk, dan menciptakan lingkungan yang sehat serta menguatkan komunitas.

“Melalui eksplorasi dan pengembangan praktik pertanian perkotaan yang inovatif, kita dapat mencapai visi perkotaan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” pungkasnya.***

Ikuti berita terkini dari Portalbontang.com langsung di WhatsApp melalui link https://s.id/portalbontang. 

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu