Portalbontang.com, Yogyakarta – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengambil langkah strategis untuk memperkuat perannya di panggung global dengan menggelar pelatihan diplomasi intensif.
Sebanyak 50 kader terpilih yang terdiri dari aktivis, peneliti, dan pendidik mengikuti “Muhammadiyah Diplomacy Training: Green Diplomacy and Humanitarian Engagement” di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dari 22 hingga 24 Agustus 2025.
Pelatihan yang diinisiasi oleh Lembaga Hubungan dan Kerjasama Internasional (LHKI) ini dirancang untuk mencetak diplomat yang mampu menyuarakan isu keadilan lingkungan, perdamaian, dan kemanusiaan dengan perspektif Islam berkemajuan.
“Kami ingin mencetak kader yang tidak hanya cakap secara teknis diplomasi, tetapi juga memiliki perspektif Islam yang moderat dan berkemajuan untuk berkontribusi dalam percakapan global,” ujar Dr. Zain Maulana, salah satu penanggung jawab kegiatan.
Berbeda dari seminar biasa, pelatihan ini menekankan pada pendekatan praktis. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung terlibat dalam simulasi negosiasi, penyusunan policy brief, dan merancang strategi advokasi.
“’Bumi adalah Amanah, Kemanusiaan adalah Panggilan’ menjadi landasan acara ini… Ini langkah nyata untuk membangun kapasitas berdasarkan prinsip-prinsip tersebut,” jelas Yayah Khisbiyah, M.A., Sekretaris LHKI.
Untuk menjamin kualitas, acara ini menghadirkan para pakar diplomasi, termasuk Duta Besar Bunyan Saptomo dan Duta Besar Salman al Farisi.
“Kiprah organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah di panggung internasional semakin penting. Pelatihan ini membekali mereka dengan alat-alat diplomasi yang efektif,” kata Dubes Bunyan.
Dalam sambutannya, Rektor UMY, Achmad Nurmandi bahkan menyinggung strategi diplomasi unik, yaitu Gastrodiplomasi, atau menggunakan kuliner sebagai medium untuk mempererat hubungan.
“Banyak upaya strategis dalam diplomasi, salah satunya yang sering saya lakukan yaitu Gastrodiplomasi. Misalnya dengan menjamu tamu dengan kuliner tertentu agar suasana menjadi lebih hangat,” ujar Prof. Nurmandi, seraya menegaskan bahwa “Muhammadiyah harus selalu relevan untuk menghadapi tantangan global”.
Ketua LHKI PP Muhammadiyah, Imam Addaruqutni menambahkan bahwa pelatihan ini juga bertujuan membangun kebiasaan dan kepercayaan diri kader di forum internasional.
“Kita juga perlu memperhatikan aspek-aspek seperti protokoler, komunikasi hingga penampilan untuk membangun kredibilitas dan kepercayaan,” katanya.
Kegiatan ini merupakan investasi strategis untuk memperkuat jaringan dan kontribusi Muhammadiyah, yang telah aktif bekerja sama dengan lembaga dunia seperti PBB, OKI, dan ICRC, dalam memperjuangkan kemanusiaan dan keadilan lingkungan secara global.***