Di Hadapan Putin, Prabowo Ungkap Alasan Absen di KTT G7

Presiden Prabowo Subianto jelaskan alasannya memilih hadir di SPIEF 2025 Rusia daripada KTT G7. Tegaskan komitmen dan prinsip politik bebas aktif.

R
Di Hadapan Putin, Prabowo Ungkap Alasan Absen di KTT G7

Portalbontang.com, St. Petersburg – Presiden RI Prabowo Subianto secara terbuka menjawab pertanyaan dunia internasional mengenai keputusannya untuk menghadiri Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025 di Rusia dan tidak hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Kanada.

Berbicara sebagai salah satu pembicara kunci di hadapan para pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin, Prabowo menegaskan alasannya sederhana dan murni didasari oleh komitmen yang telah dibuat sebelumnya.

“Saya ditanya mengapa tidak hadir di KTT G7, tetapi hadir di SPIEF. Jawabannya sederhana: saya sudah berkomitmen ke forum ini terlebih dahulu, sebelum undangan G7 datang,” ujar Presiden Prabowo dalam pidatonya di St. Petersburg, Rusia, Jumat (20/6/2025), yang disambut tepuk tangan meriah, dilansir Portalbontang.com dari Info Publik, Sabtu 21 Juni 2025.

[irp posts=”7917″ ]

Presiden Prabowo memanfaatkan panggung global itu untuk menegaskan kembali prinsip fundamental politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan non-blok. Ia menepis spekulasi bahwa kehadirannya di Rusia merupakan sikap politik tertentu.

“Indonesia sejak lama menganut prinsip nonblok. Kebijakan luar negeri kami jelas: seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Kami ingin berteman dengan semua negara,” tegasnya.

“Kami tidak memihak blok mana pun, tetapi aktif berkontribusi bagi perdamaian dan kemakmuran global,” pungkas Prabowo.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa SPIEF merupakan forum strategis bagi kepentingan ekonomi nasional.

[irp posts=”2156″ ]

“SPIEF adalah forum penting bagi Indonesia untuk menjajaki peluang investasi, perdagangan, dan kerja sama teknologi, khususnya di tengah transisi ekonomi dunia,” jelasnya.

Keseriusan pemerintah dalam kunjungan kerja ini ditandai dengan kehadiran sejumlah menteri kunci Kabinet Indonesia Merah Putih yang turut mendampingi, antara lain Menlu Sugiono, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, hingga Menkomdigi Meutya Hafid.

Kunjungan kerja Presiden Prabowo di Rusia yang berlangsung sejak Rabu (18/6/2025) diisi dengan berbagai pertemuan bilateral untuk memperkuat kerja sama di sektor pangan, energi, dan teknologi, sejalan dengan agenda pembangunan nasional.

[irp posts=”2158″ ]

Forum SPIEF 2025 sendiri dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dunia, seperti Wakil Perdana Menteri Tiongkok Ding Xuexiang, Pangeran Bahrain Nasser bin Hamad Al-Khalifa, dan Wakil Presiden Afrika Selatan Paul Mashatile, menegaskan posisi Indonesia sebagai pemain aktif dalam panggung ekonomi multipolar.***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu