Disdikbud Bontang Ingatkan Pentingnya Sportivitas di Dispopar Cup

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam pelaksanaan turnamen mini soccer Dispopar Cup.

R
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha. | Foto: Rhae/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Abdu Safa Muha, menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas dalam pelaksanaan turnamen mini soccer Dispopar Cup yang digelar di lapangan mini soccer HOP I.

Ia memandang bahwa ajang ini bukan sekadar kegiatan olahraga biasa, melainkan juga menjadi ruang strategis untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan di lingkungan aparatur. 

Dalam konteks tersebut, sportivitas menjadi fondasi utama yang tidak boleh diabaikan oleh setiap peserta.

Baca Juga: Utamakan Kesiapan Anak, SPMB SD 2026 Bontang Prioritaskan Lulusan TK

Menurutnya, nilai fair play harus menjadi landasan utama dalam setiap pertandingan, terlepas dari tingginya semangat kompetisi yang ditunjukkan oleh masing-masing tim. 

Ia mengingatkan bahwa pertandingan yang sehat tidak hanya diukur dari skor akhir, tetapi juga dari bagaimana proses permainan itu berlangsung. 

Sikap saling menghormati, kejujuran dalam bermain, serta kepatuhan terhadap aturan menjadi indikator penting dalam menciptakan atmosfer kompetisi yang positif dan bermartabat.

“Menurut saya ini sangat positif. Karena bukan hanya kompetisi, tetapi juga ajang silaturahmi,” katanya, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga: Disdikbud Bontang Perkuat Koordinasi Antarbidang Pasca Penataan Pejabat

Ia menambahkan bahwa momentum seperti ini perlu dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antarpegawai lintas instansi yang selama ini lebih banyak berinteraksi dalam konteks formal pekerjaan. 

Dengan suasana yang lebih santai melalui olahraga, komunikasi yang terbangun dinilai akan lebih cair dan produktif.

Ia mengingatkan bahwa peserta turnamen berasal dari berbagai instansi, dengan latar belakang tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda. 

Baca Juga: Disdikbud Bontang Siapkan Forum Kepala Sekolah untuk Tuntaskan Polemik Ijazah

Oleh karena itu, sikap saling menghargai harus tetap dijaga agar tidak terjadi gesekan yang dapat merusak hubungan kerja.

Dalam pandangannya, kegiatan ini justru harus menjadi contoh bagaimana perbedaan dapat disatukan dalam semangat kebersamaan dan tujuan yang sama.

Dirinya menilai, sportivitas akan mencerminkan kedewasaan dalam berkompetisi. 

Ia menyebut bahwa kemampuan mengendalikan diri, menerima kekalahan dengan lapang dada, serta menghargai kemenangan secara wajar merupakan bentuk kedewasaan yang perlu ditunjukkan oleh setiap peserta. 

Baca Juga: Disdikbud Bontang Tegas Larang Sekolah Tahan Ijazah Lulusan

Hal ini penting, terutama karena para pemain merupakan representasi dari institusi masing-masing.

“Marwahnya adalah menjaga kekompakan antarinstansi. Silaturahmi itu yang paling penting,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa nilai utama dari turnamen ini terletak pada terbangunnya hubungan yang harmonis, bukan semata-mata pada siapa yang keluar sebagai juara. 

Baca Juga: Pendidikan Berkeadilan, Disdikbud Bontang Pastikan Akses Tanpa Biaya

Kekompakan yang terjalin diyakini akan berdampak positif terhadap kinerja lintas sektor di lingkungan pemerintahan.

Ia menegaskan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam kegiatan ini. Lebih dari itu, hubungan baik antarpegawai menjadi hal yang harus diprioritaskan dan dijaga keberlanjutannya. 

Turnamen ini diharapkan menjadi titik awal dari kolaborasi yang lebih erat antarinstansi, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga mengimbau agar setiap tim tidak mengedepankan emosi saat bertanding. Menurutnya, emosi yang tidak terkontrol justru dapat merusak tujuan utama kegiatan dan menimbulkan konflik yang tidak perlu.

Baca Juga: Angkat Kearifan Lokal, Pasar Al-Hikmah Perkenalkan Kuliner Tradisional ke Anak

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pertandingan sebagai sarana rekreasi yang sehat, bukan ajang pelampiasan tekanan pekerjaan.

“Bermainlah dengan sportif dan tetap jaga kebersamaan,” tegasnya.

Pesan tersebut ia sampaikan sekaligus penegasan bahwa nilai kebersamaan dan sportivitas harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan, termasuk dalam kompetisi olahraga seperti Dispopar Cup. (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu