Portalbontang.com, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus mendorong pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan perpustakaan sekolah sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Langkah ini juga menjadi salah satu strategi untuk mendukung kesiapan sekolah menuju akreditasi perpustakaan tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, saat memberikan arahan dalam kegiatan bimbingan teknis (bimtek) PGRI.
Baca Juga: Diwarnai Suasana Haru, Wawali Agus Haris Lepas 112 Jamaah Haji Bontang ke Tanah Suci
Dalam kesempatan itu, Abdu Safa Muha menilai digitalisasi sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari di tengah perkembangan dunia pendidikan saat ini.
Menurutnya, perpustakaan sekolah tidak lagi cukup hanya menyediakan buku cetak, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi pelajar modern.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan perpustakaan dapat membantu meningkatkan efisiensi pelayanan.
Mulai dari proses pencarian buku, pendataan koleksi, hingga layanan peminjaman dapat dilakukan lebih cepat dan tertata melalui sistem digital. Dengan begitu, siswa maupun guru akan lebih mudah memperoleh informasi dan bahan pembelajaran yang dibutuhkan.
Selain meningkatkan pelayanan, Abdu Safa juga menyoroti pentingnya menghadirkan koleksi perpustakaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, sekolah perlu mulai menyediakan sumber belajar berbasis digital, seperti e-book, jurnal elektronik, hingga bahan pembelajaran interaktif yang dapat diakses secara lebih fleksibel oleh siswa.
Ia menegaskan bahwa perpustakaan sekolah tidak boleh tertinggal dalam arus perkembangan teknologi pendidikan.
Baca Juga: Konsisten Latihan Bawa Dua Siswa SDN 011 Bontang Selatan Raih Juara FLS3N Tingkat Kota
Keberadaan perpustakaan, kata dia, harus mampu menjadi pusat literasi modern yang mendukung peningkatan kualitas belajar siswa sekaligus memperluas akses terhadap berbagai sumber pengetahuan.
“Kemudian yang lain adalah pemanfaatan teknologi, lalu koleksi yang relevan. Ini sangat mempengaruhi kapasitas perpustakaan,” jelasnya, Selasa (5/5/2026).
Dirinya juga mendorong seluruh sekolah di Bontang untuk mulai beradaptasi dengan berbagai sistem digital dalam pengelolaan perpustakaan.
Beberapa inovasi yang didorong antara lain penggunaan katalog online, sistem peminjaman berbasis aplikasi, hingga layanan informasi digital yang dapat diakses melalui perangkat elektronik.
Baca Juga: Jalur Prestasi dan Afirmasi Jadi Favorit di SMPN 4 Bontang
Menurutnya, penerapan inovasi tersebut tidak hanya mempermudah pengelolaan, tetapi juga dapat meningkatkan minat kunjung siswa ke perpustakaan.
Dengan konsep layanan yang lebih modern dan praktis, perpustakaan diharapkan menjadi ruang belajar yang lebih menarik bagi pelajar.
Selain aspek teknologi, ia turut menekankan pentingnya evaluasi rutin dalam pengelolaan perpustakaan sekolah.
Baca Juga: SMPN 4 Bontang Tanamkan Tanggung Jawab Lingkungan Sejak Dini
Evaluasi diperlukan untuk memastikan setiap layanan berjalan sesuai standar, sekaligus menjadi bahan perbaikan agar kualitas pengelolaan terus meningkat dari waktu ke waktu.
“Kalau kita mampu mengikuti perkembangan teknologi, perpustakaan kita akan semakin kuat dan siap bersaing,” tutupnya. (adv)