Gelar Haul Akbar di Rujab Wali Kota, Kerabat Kesultanan Kutai Ingatkan Bahaya Arus Globalisasi

Haul Jama' Akbar Sultan Kutai ke-7 digelar khidmat di Rujab Wali Kota Bontang. Tokoh adat ingatkan pentingnya jaga jati diri di era global.

M
Foto bersama saat Haul Jama’ Akbar Sultan Kutai dan Kerabat yang ke-7.
Foto bersama saat Haul Jama’ Akbar Sultan Kutai dan Kerabat yang ke-7. | Foto: Imam Syafe'i/Prokompim Bontang

Portalbontang.com, Bontang - Suasana berbeda menyelimuti Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang pada Minggu (15/2/2026).

Nuansa sakral, khidmat, namun penuh kekeluargaan begitu terasa saat ratusan tamu undangan memadati lokasi tersebut.

Mereka berkumpul untuk menghadiri Haul Jama’ Akbar Sultan Kutai dan Kerabat yang ke-7.

Baca Juga: Siap-Siap Beda Awal Puasa Lagi, Muhammadiyah Kini Pakai Kalender Global Bukan Wujudul Hilal

Kegiatan ini bukan sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, acara ini menjadi bentuk penghormatan tertinggi untuk mengenang jasa para Sultan Kutai terdahulu.

Para pendahulu dinilai berjasa besar dalam mewariskan nilai-nilai Islam, adat, dan budaya yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Petinggi Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur, Supriyadi Gelar Demong Abdi Patih Kelana, yang mewakili Yang Mulia Sultan Kutai Kartanegara.

Kehadiran perwakilan putri Kesultanan dan kerabat Sultan semakin menambah kental nuansa adat dalam acara tersebut.

Baca Juga: Kabar Baik! Tunjangan Profesi Guru Rp2 Juta Cair Langsung Tanpa Lewat Pemda, Wamen Fajar: Kualitas Harus Naik

Pemerintah Kota Bontang pun memberikan apresiasi tinggi. Wali Kota Bontang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat.

Dalam sambutannya, Anwar Sadat mengingatkan tantangan zaman yang semakin berat.

Ia menilai, di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, masyarakat tidak boleh kehilangan jati diri budaya.

Baca Juga: Bukan Sekadar Main Kartu, PWI Kaltim Gembleng Wartawan Jadi Atlet Bridge Porwanas

"Transformasi sosial dan pembangunan sumber daya manusia yang berdaya saing harus tetap berlandaskan iman, adat, dan kearifan lokal," tegasnya.

Menurutnya, Haul Jama’ ini menjadi momentum refleksi sejarah yang memperkuat hubungan emosional antara pemerintah, Kesultanan, dan masyarakat.

Senada dengan hal itu, perwakilan pemangku adat menekankan bahwa haul adalah wujud bakti kepada para Sultan dan ulama.

Rangkaian acara diawali dengan tahlil dan doa bersama yang dipanjatkan untuk para leluhur, dengan harapan membawa keberkahan bagi Kota Bontang.

Acara kemudian ditutup dengan tausiyah agama yang semakin menguatkan nilai spiritual seluruh hadirin yang hadir. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: PPID Setda Bontang

Menu