Portalbontang.com, Jakarta - Kontroversi seputar penerima beasiswa atau awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali menjadi sorotan tajam publik di berbagai platform media sosial belakangan ini.
Sorotan utama bermula dari sebuah pernyataan Dwi Setyaningtyas, atau yang akrab disapa Tyas, seorang alumni penerima beasiswa LPDP dari pemerintah Indonesia.
Tyas memicu polemik usai mengunggah pernyataan yang dinilai sangat kontroversial melalui akun Threads pribadinya pada pekan lalu yang kemudian viral.
Baca Juga: Wawali Agus Haris Serahkan Bantuan Rp100 Juta di Safari Ramadan Masjid At Taqwa Bontang
Dalam unggahannya tersebut, Tyas tampak memamerkan sebuah dokumen resmi dari Home Office Inggris terkait status kewarganegaraan baru anaknya.
Ia menuliskan kalimat "cukup aku WNI, anakku jangan," yang sontak memicu gelombang kritik pedas dari berbagai kalangan warganet di Tanah Air.
Imbas dari pernyataan di media sosial tersebut, publik kini turut menyoroti rekam jejak sang suami, Arya Iwantoro, yang ternyata juga merupakan seorang awardee LPDP.
Menanggapi fenomena yang tengah ramai ini, tokoh publik sekaligus presenter senior, Helmy Yahya, turut angkat bicara dan memberikan pandangan tegasnya.
Baca Juga: Viral! Menu MBG Ramadan Dirapel dan Isinya Cuma Roti Seribuan, Guru di Palu Protes Keras
Melalui siaran di kanal YouTube pribadinya, Helmy mengingatkan bahwa beasiswa LPDP bukanlah sekadar bantuan finansial biasa yang diberikan tanpa adanya tanggung jawab timbal balik.
Ia menegaskan dengan lugas bahwa dana yang dikelola dan disalurkan oleh LPDP murni berasal dari pajak yang dikumpulkan sebagai amanah dari uang rakyat.
Secara khusus, Helmy menyoroti kewajiban pengabdian yang tertuang jelas dalam aturan 2N+1, yakni dua kali masa studi ditambah satu tahun masa pengabdian wajib di dalam negeri.
Sebagai mantan penerima beasiswa bergengsi dari World Bank pada tahun 1991, Helmy mengaku paham betul pentingnya mematuhi setiap draf kontrak yang telah disepakati sejak awal.
Baca Juga: Buntut Konten Viral 'Anak WNA', Menkeu Purbaya Wajibkan Alumni LPDP Kembalikan Uang Plus Bunganya
Ia juga secara terbuka menyatakan kekhawatirannya terhadap ancaman fenomena brain drain, di mana talenta-talenta cerdas Indonesia justru memilih menetap di luar negeri demi alasan kenyamanan pribadi.
Helmy sangat berharap para putra-putri terbaik bangsa ini mau mengingat jalan pulang dan berkontribusi langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di Indonesia. ***