Ibu Hamil Terkena Dengue, Bahaya Kesehatan Mengintai Bayi Hingga 3 Tahun Pertama Kehidupan

Waspada dengue, ibu hamil yang terkena DBD cenderung mempengaruhi bayi hingga 3 tahun pertama kehidupan.

R
Ibu Hamil Terkena Dengue, Bahaya Kesehatan Mengintai Bayi Hingga 3 Tahun Pertama Kehidupan

PORTAL BONTANG – Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa ibu hamil yang terpapar virus dengue (demam berdarah/DBD) selama kehamilan dapat berakibat pada kesehatan bayi yang belum lahir hingga tiga tahun pertama kehidupannya.

Dilansir dari Medical Daily, Kamis 25 April 2024, dengue merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan berpotensi mengancam kesehatan separuh populasi dunia.

Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kasus penularan di Amerika Serikat, di mana pada tahun 2023, jumlah kasus yang dilaporkan mencapai lebih dari tiga juta kasus.

Baca Juga: Mendagri Minta Bupati dan Wali Kota di Banten Pindahkan RKUD ke Bank Banten untuk Perkuat Ekonomi Daerah

Dr. Livia Menezes, salah satu penulis studi dari Universitas Birmingham, menyoroti minimnya perhatian terhadap dampak dengue pada hasil kelahiran anak-anak, meskipun penyakit ini banyak ditularkan oleh nyamuk.

Untuk menguji dampak infeksi dengue pada ibu terhadap hasil kelahiran, para peneliti menggunakan kumpulan data besar mengenai infeksi dengue pada ibu hamil di Minas Gerais, Brazil.

Hasilnya menunjukkan bahwa anak-anak yang ibunya tertular dengue selama kehamilan memiliki kemungkinan 27 persen lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit sejak lahir hingga usia tiga tahun.

Baca Juga: KPU Resmi Tetapkan Prabowo-Gibran Sebagai Pemenang Pilpres 2024

Risiko ini mencapai puncaknya pada tahun kedua dengan peningkatan angka rawat inap sebesar 76 persen, menurut penelitian yang diterbitkan dalam American Economic Journal: Applied Economics.

“Penelitian ini menunjukkan bukti kuat bahwa tertular dengue, meskipun kasusnya ringan, saat hamil dapat berdampak signifikan pada kesehatan anak setelah lahir. Dampak ini bahkan dapat berakibat jangka panjang,” kata Menezes.

“Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa berat badan lahir rendah dapat berdampak negatif terhadap hasil sosio-ekonomi dan kesehatan di masa dewasa,” tambahnya.

Baca Juga: Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar Hadiri Penetapan Capres-Cawapres Pemilu 2024 Terpilih

Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa bayi yang lahir dari ibu yang terjangkit dengue selama kehamilan mengalami penurunan berat badan lahir.

Hal ini meningkatkan risiko bayi baru lahir dikategorikan memiliki berat badan lahir sangat rendah sebesar 67 persen dan berat badan lahir rendah sebesar 133 persen.

Dr. Martin Foureaux Koppensteiner, Associate Professor bidang Ekonomi di Universitas Surrey, mengatakan bahwa hasil kelahiran yang negatif ini tidak hanya terbatas pada kesehatan masing-masing anak dan ibu, namun juga berdampak lebih luas pada komunitas di mana dengue sering terjadi.

“Rawat inap dan masalah kesehatan yang berkelanjutan akibat infeksi pada ibu, semuanya memerlukan biaya, dan hal ini dapat dihindari, atau setidaknya diminimalkan dengan peningkatan kesadaran dan kebijakan yang lebih baik,” kata Koppensteiner.

Baca Juga: Penderita PCOS Wajib Tahu! Vitamin D Bantu Atasi Gejala dan Tingkatkan Kesuburan

“Kami sangat menyarankan agar dengue harus dipertimbangkan bersamaan dengan infeksi TORCH untuk ditangani dan dihindari saat hamil,” tambahnya.

Infeksi TORCH meliputi toksoplasmosis, rubella, HIV, sifilis, cacar air, zika, dan influenza. ***

 

***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: Redaksi Portal Bontang

Menu