Portalbontang.com, Jakarta – Perhatian bagi Anda yang akan melakukan perjalanan udara dari dan ke Jakarta dalam waktu dekat.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi mengumumkan pemindahan sebagian penerbangan berjadwal dari Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Tangerang, efektif mulai 1 Agustus 2025.
Perpindahan ini akan berdampak signifikan pada penumpang maskapai Citilink dan Batik Air.
Pihak operator bandara dan maskapai memastikan telah melakukan persiapan matang untuk kelancaran proses ini. General Manager Bandara Soekarno-Hatta, Dwi Ananda Wicaksana, menyatakan kesiapannya.
“Kami sangat siap. Dulu Halim pernah ditutup total, seluruh penerbangan dialihkan ke Soetta, dan berjalan dengan baik,” ujar Dwi.
Ia menambahkan, “Ada sekitar 24 penerbangan atau sekitar 50 persen dari total penerbangan di Halim yang akan dipindahkan.”
Untuk mendukung kelancaran, Terminal 1C di Bandara Soekarno-Hatta akan diaktifkan kembali secara bertahap untuk melayani penerbangan yang dipindahkan ini.
Panduan Penting untuk Calon Penumpang
Agar perjalanan Anda tetap nyaman dan terhindar dari kendala, perhatikan beberapa hal berikut:
1. Cek Ulang Tiket dan Terminal Keberangkatan Anda!
Pastikan kembali bandara keberangkatan Anda (Halim atau Soekarno-Hatta) yang tertera pada e-ticket. Jika berangkat dari Soekarno-Hatta, perhatikan detail terminal keberangkatan Anda.
2. Datang Lebih Awal ke Bandara
Untuk mengantisipasi potensi antrean dan waktu tempuh yang lebih lama menuju Soekarno-Hatta, disarankan untuk tiba di bandara minimal 2-3 jam sebelum jadwal keberangkatan.
3. Hubungi Maskapai Jika Ragu
Manfaatkan layanan pelanggan resmi untuk konfirmasi akhir:
Citilink: 0804 1 080808 atau www.citilink.co.id
Batik Air: 021-6379-8000 atau www.batikair.com
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F. Laisa, juga mengimbau agar sosialisasi ini diperhatikan dengan saksama.
“Kami berharap semua kanal informasi dimanfaatkan secara maksimal agar penumpang tidak bingung atau salah bandara. Sosialisasi menjadi kunci keberhasilan,” kata Lukman.
Kebijakan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk menyeimbangkan beban operasional antarbandara dan meningkatkan kualitas layanan.
Nantinya, Bandara Halim Perdanakusuma akan lebih difokuskan untuk melayani penerbangan VIP, militer, dan carter terbatas.***