Jangan Terlewat! Ini Jadwal Lengkap Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025, dari Campak hingga HPV

Orang tua di Bontang, catat! Jadwal BIAS 2025 dimulai Agustus. Dapatkan imunisasi anak sekolah untuk Campak, DT, hingga vaksin HPV gratis.

M
Jangan Terlewat! Ini Jadwal Lengkap Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025, dari Campak hingga HPV

Portalbontang.com, Jakarta – Para orang tua di Bontang diimbau untuk mencatat jadwal penting bagi kesehatan putra-putri mereka.

Pemerintah akan kembali menggelar Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) 2025 secara serentak di seluruh Indonesia, mulai Agustus hingga November mendatang.

Program tahunan ini merupakan langkah krusial untuk melindungi anak-anak usia sekolah dari berbagai Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I).

Urgensi program ini ditegaskan oleh data Kemenkes yang menunjukkan bahwa kasus-kasus seperti Campak, Difteri, dan Polio masih menjadi ancaman nyata di Indonesia.

“Data ini menegaskan pentingnya meningkatkan cakupan imunisasi secara merata agar anak-anak terlindungi, sekaligus mencegah potensi wabah di masa depan,” kata dr. Gertrudis Tandy, MKM, Ketua Tim Kerja Imunisasi Bayi dan Anak Kemenkes RI, dalam sosialisasi virtual, Jumat (25/7/2025).

Jadwal Lengkap BIAS 2025 untuk Anak SD


Orang tua wajib mengetahui jadwal berikut agar anak mendapatkan perlindungan optimal. Imunisasi akan dilaksanakan di sekolah masing-masing atau fasilitas kesehatan terdekat.

Kelas 1 SD:

Agustus: Campak-Rubella

November: Difteri-Tetanus (DT)

Kelas 2 SD:

November: Tetanus-Difteri (Td)

Kelas 5 SD:

Agustus: HPV (Human Papilloma Virus) – Dosis 1

November: Tetanus-Difteri (Td)

Kelas 6 SD:

Agustus: HPV (Human Papilloma Virus) – Dosis 2

Fokus Utama: Vaksin HPV Gratis untuk Cegah Kanker Serviks


Tahun ini, pemerintah memberikan perhatian khusus pada imunisasi HPV sebagai upaya pencegahan dini kanker serviks. Vaksin ini diberikan secara GRATIS untuk:

Anak perempuan kelas 5 SD/sederajat.

Anak perempuan kelas 6 SD/sederajat dan kelas 7 SMP yang belum divaksin.

“Imunisasi bukan hanya perlindungan individu, tetapi juga kunci menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity). Ini merupakan tanggung jawab bersama,” tegas dr. Gertrudis.

Sebelum divaksinasi, setiap anak akan melalui proses skrining kesehatan singkat untuk memastikan kondisi tubuh mereka siap menerima imunisasi.

Kementerian Kesehatan mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tenaga kesehatan, guru, hingga orang tua, untuk berkolaborasi mensukseskan program ini.

“BIAS bukan sekadar agenda rutin tahunan. Ini adalah investasi nyata untuk masa depan anak-anak kita yang lebih sehat, tangguh, dan produktif,” pungkas dr. Gertrudis.***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Info Publik

Menu