Portalbontang.com, Makassar - Dominasi Kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak terbendung. Mereka akhirnya ditetapkan sebagai Juara Umum Pertama pada ajang bergengsi OlympicAD VIII yang digelar di Makassar.
Kepastian ini diumumkan langsung pada upacara penutupan di Universitas Muhammadiyah Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/2/2026).
Suasana haru dan bangga mewarnai pengumuman rekapitulasi nilai. DIY sukses mengungguli rival terberatnya, Jawa Tengah (Jateng), yang harus puas berada di posisi kedua.
Baca Juga: Drama Delay 5 Jam Super Air Jet Berujung 'Damai', Penumpang Terima Kompensasi Rp300 Ribu
Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Jawa Timur (Jatim), disusul tuan rumah Sulawesi Selatan (Sulsel) di peringkat keempat, dan Lampung yang melengkapi posisi lima besar.
Ketua Panitia Pusat, Prof. Baharuddin, menegaskan bahwa hasil ini adalah rekapitulasi resmi panitia yang telah melalui proses verifikasi ketat dewan juri.
"DIY menempati posisi puncak klasemen akhir setelah mengumpulkan poin tertinggi dari berbagai cabang akademik dan non-akademik," ungkap Prof. Baharuddin di sela-sela penutupan.
Menurutnya, konsistensi perolehan medali emas di sejumlah kategori krusial menjadi faktor penentu keberhasilan kontingen DIY mengunci gelar juara umum.
Baca Juga: Viral Ayah Ngamuk di Kabin Super Air Jet, Anak Kepanasan Akibat Delay 5 Jam Tanpa Kejelasan
Rafa Farzaki, pendamping kontingen dari Pondok Pesantren Muallimin DIY, tak dapat menyembunyikan rasa harunya saat piala bergilir diserahkan.
"Tentu saja kita bersyukur kepada Allah SWT atas rahmat yang telah kita peroleh ini," ujar Rafa dengan mata berkaca-kaca.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY yang telah memfasilitasi akomodasi dan transportasi para atlet dan peserta didik.
"Semoga ke depannya kontingen DIY bisa terus mendominasi di OlympicAD selanjutnya," tambahnya penuh optimisme.
Di kubu lain, Wibowo Juli Supatro, pendamping kontingen Jateng asal SMP Darul Ihsan Muhammadiyah Sragen, tetap menunjukkan jiwa sportivitas tinggi meski timnya berada di posisi runner-up.
"Rasa haru bisa juara kedua, tetap disyukuri walau kalah poin tipis. Insya Allah ke depan Jateng bisa merebut kembali juara umum," kata Wibowo.
Ia menilai, ajang OlympicAD VIII ini bukan sekadar soal piala, melainkan momentum meningkatkan mutu sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
"Ini dorongan agar anak-anak kita lebih kreatif dan terus mengasah skill-nya," jelasnya.
Kompetisi ini juga dianggap sebagai ajang pemanasan yang efektif sebelum menghadapi Olimpiade Sains Nasional (OSN).
"Ke depan banyak tantangan kita, semoga ananda kita bisa lebih berprestasi lagi di ajang berikutnya," pungkas Wibowo. ***