Siap-siap, Penyaluran Bansos Akan Pakai Aplikasi, Mensos Ungkap Potensi Penghematan Fantastis

Kemensos siap uji coba digitalisasi bansos PKH. Sistem baru ini diklaim bisa hemat anggaran negara hingga Rp14 triliun dan buat bantuan lebih tepat sasaran.

M
Siap-siap, Penyaluran Bansos Akan Pakai Aplikasi, Mensos Ungkap Potensi Penghematan Fantastis

Portalbontang.com, Jakarta – Kementerian Sosial (Kemensos) bersiap memulai sebuah terobosan besar dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) di Indonesia.

Sebuah sistem penyaluran digital akan segera diuji coba dan diklaim tidak hanya membuat bantuan lebih tepat sasaran, tetapi juga berpotensi menghemat anggaran negara hingga Rp14 triliun per tahun.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengumumkan, uji coba digitalisasi untuk Program Keluarga Harapan (PKH) ini akan dimulai pada pekan kedua September 2025, dengan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sebagai lokasi percontohan.

Digitalisasi bansos ini adalah kemajuan besar dan ini bentuk transparansi sekaligus efisiensi,” kata Mensos Saifullah Yusuf melalui keterangan resmi, Rabu (3/9/2025).

Menurut Mensos, langkah ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2025 untuk mempercepat transformasi digital pemerintah.

Sistem baru ini tidak hanya mengandalkan teknologi, tetapi juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk memutakhirkan data, mulai dari mengusulkan, menyanggah, hingga mendaftarkan diri melalui aplikasi.

Menyadari tantangan digital di masyarakat, Kemensos memastikan tidak akan ada warga yang tertinggal. Ribuan pendamping sosial dan aparat kelurahan akan dikerahkan untuk membantu warga yang belum terbiasa menggunakan gawai.

“Kami sadar belum semuanya terbiasa dengan teknologi, karena itu pemerintah menyiapkan seluruh sumber daya untuk mendampingi masyarakat,” ujar Saifullah Yusuf.

Dengan data yang lebih akurat, Mensos optimistis intervensi sosial akan lebih efektif, sehingga jumlah keluarga miskin yang berhasil digraduasi (naik kelas) dapat terukur setiap tahunnya.

Hal ini menjadi target penting, khususnya di Banyuwangi yang angka kemiskinannya tercatat 6,59 persen pada 2024. Jika uji coba ini berhasil, model digitalisasi PKH akan diperluas secara bertahap ke seluruh Indonesia.

Bansos PKH sendiri diberikan dalam bentuk uang tunai dengan besaran bervariasi sesuai kategori, mulai dari Rp900.000 untuk anak SD hingga Rp3 juta per tahun untuk ibu hamil dan anak usia dini. ***

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A
Sumber: Info Publik

Menu