Portalbontang.com, Bontang - Jagat maya kembali dihebohkan dengan video kekecewaan penumpang maskapai penerbangan. Kali ini, sorotan tertuju pada layanan Super Air Jet tujuan Denpasar, Bali.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @pembasmii.kehaluan pada Jumat (13/2/2026) memperlihatkan suasana tegang di dalam kabin pesawat. Ratusan penumpang diduga terlantar dan tertahan di dalam pesawat selama hampir 5 jam tanpa kepastian berangkat.
Peristiwa ini diketahui terjadi pada Kamis (12/2/2026). Pesawat yang seharusnya lepas landas pukul 13.00 WITA, baru diberangkatkan mendekati pukul 18.00 WITA.
Baca Juga: Tinggalkan Cara Kuno, Siswa SMAM 1 Bojonegoro Dilatih Jadi 'Influencer' Sekolah Lewat Strategi Student Generated Content
Dalam video tersebut, seorang penumpang pria tampak tak kuasa menahan emosinya. Ia memprotes keras awak kabin (pramugara) yang bertugas karena minimnya informasi terkait alasan penundaan.
Amarah sang ayah memuncak lantaran kondisi kabin yang tidak kondusif membuat anak balitanya kepanasan dan rewel.
"Lihat anak saya masih kecil, kepanasan. Kalau tidak bisa berangkat, beri kami pesawat lain, tolong jangan diam saja," serunya dengan nada tinggi.
Pria tersebut menyayangkan sikap maskapai yang dinilai pasif. Selama lima jam menunggu, penumpang mengaku tidak mendapatkan penjelasan rinci apakah kendala disebabkan oleh faktor cuaca, teknis, atau operasional lainnya.
Baca Juga: Sulap Lahan Maros, Agrosolution Pupuk Kaltim Dongkrak Panen Jagung 140 Persen: Tembus 12 Ton per Hektare
"Mas jangan mondar-mandir, ini ada ratusan orang di sini, kasih informasi, berikan kepastian," desaknya kepada awak kabin.
Insiden ini memicu simpati warganet. Banyak yang menilai waktu 5 jam adalah durasi yang sangat lama untuk menunggu di dalam pesawat (on board), apalagi bagi penumpang yang membawa anak kecil atau memiliki agenda mendesak di Bali.
Hingga berita ini diturunkan pada Sabtu (14/2/2026), video tersebut telah disukai ribuan pengguna Instagram, namun belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen Super Air Jet terkait kronologi dan kompensasi bagi penumpang. ***