Portalbontang.com, Bandung - Linimasa media sosial kembali dihebohkan dengan prestasi gemilang anak bangsa. Kali ini, sorotan tertuju pada Natanael Wiraatmaja, seorang siswa sekolah dasar (SD) asal Bandung.
Di usianya yang baru menginjak 8 tahun, Natanael sukses menorehkan tinta emas di kancah internasional.
Siswa kelas 3 SDK BPK Penabur Banda Bandung ini berhasil menyabet peringkat kedua dunia dalam ajang bergengsi, Grand Final Neo Science Olympiad 2025 di Orlando, Amerika Serikat (AS).
Baca Juga: Salip Jateng di Tikungan Akhir, DIY Resmi Kunci Gelar Juara Umum OlympicAD VIII Makassar
Capaian luar biasa tersebut membawa berkah tersendiri. Natanael mendapatkan undangan khusus untuk berkunjung langsung ke markas Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat alias NASA.
Tentu saja, ini adalah sebuah pencapaian langka bagi pelajar seusianya di tingkat global.
Berdasarkan penelusuran redaksi, prestasi ini bukanlah kebetulan semata. Sepanjang periode 2024 hingga 2025 saja, Natanael tercatat telah mengoleksi total 18 medali olimpiade sains.
Medali-medali tersebut diraihnya dari berbagai kompetisi, mulai dari tingkat nasional hingga level internasional.
Baca Juga: Drama Delay 5 Jam Super Air Jet Berujung 'Damai', Penumpang Terima Kompensasi Rp300 Ribu
Lantas, apa rahasianya? Dalam unggahan Instagram @bushcoo, disebutkan bahwa keberhasilan Natanael didukung oleh kebiasaan belajar yang rutin dan terarah.
Matematika dan sains menjadi "makanan sehari-hari" yang paling ia tekuni dengan penuh antusiasme.
Ibunda Natanael, Novita Setiawan Lim, membagikan cerita menarik di balik layar. Menurutnya, minat sang anak terhadap dunia sains sudah terlihat sejak masih di Taman Kanak-Kanak (TK).
Baca Juga: Viral Ayah Ngamuk di Kabin Super Air Jet, Anak Kepanasan Akibat Delay 5 Jam Tanpa Kejelasan
"Sebetulnya dari TK sudah kelihatan. Dia senang mencoba-coba eksperimen kecil, dari situ rasa ingin tahunya terlihat," ungkap Novita, Jumat (6/2/2026).
Minat tersebut semakin terasah saat Natanael duduk di kelas 1 SD. Ia mulai aktif mengikuti berbagai science club dan kompetisi untuk menguji kemampuannya.
Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Novita mengakui tantangan terbesar dalam mendampingi sang buah hati adalah soal membangun fokus.
"Setiap anak ada tantangannya. Kalau Natanael, kami cukup berjuang soal fokus. Jadi dilatih dari hal-hal yang dia suka dulu, seperti eksperimen dan binatang," terangnya.
Pola asuh yang diterapkan pun cukup bijak. Novita menekankan pentingnya dukungan tanpa tekanan berlebih.
"Mama akan selalu dukung, tapi kalau menang jangan sombong, kalau kalah jangan marah," pesan Novita yang selalu diingat sang anak.
Puncak dari kerja keras itu adalah momen tak terlupakan di NASA. Natanael berkesempatan menyaksikan langsung peluncuran roket Falcon milik SpaceX.
"Waktu countdown kelihatan, waktu roketnya naik juga kelihatan sampai ekornya," cerita Natanael dengan mata berbinar.
Kisah Natanael menjadi bukti nyata bahwa dengan dukungan orang tua yang tepat, anak Indonesia mampu bersinar terang di panggung dunia. ***