Portalbontang.com, Palu - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari pertama masuk sekolah di bulan suci Ramadan tengah menjadi buah bibir di jagat maya.
Alih-alih mendapat pujian, distribusi makanan bergizi bagi para siswa ini justru menuai sorotan tajam dan kritik keras dari berbagai pihak.
Sesuai instruksi Badan Gizi Nasional (BGN), selama bulan puasa, menu MBG memang disesuaikan menjadi makanan kering agar lebih tahan lama.
Baca Juga: Buntut Konten Viral 'Anak WNA', Menkeu Purbaya Wajibkan Alumni LPDP Kembalikan Uang Plus Bunganya
Namun, implementasi di lapangan pada Senin (23/2/2026) rupanya memicu kekecewaan karena isi paket makanan yang dinilai jauh dari standar gizi dan harga.
Salah satu video yang paling viral diunggah oleh akun Instagram @andreli_48, memperlihatkan seorang guru di SDN 6 Kayumalue Ngapa, Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Sang guru membongkar isi paket MBG yang diterima siswanya. "Ini menu hari ini ada susu, dapat pisang dua, ditambah roti yang harga seribuan dan telur puyuh 4 butir," ucapnya.
Hal yang membuatnya lebih miris adalah menu untuk hari Selasa yang dibagikan sekaligus (dirapel). Isinya hanya roti seribuan, tiga butir kurma, dan sebungkus kacang seharga Rp1.500.
Baca Juga: Viral! Momen Haru Pemotor Jakbar Estafet Takjil di Tengah Macet Buka Puasa, Netizen Baper
Guru tersebut secara terbuka mempertanyakan kesesuaian menu dengan alokasi anggaran BGN yang dipatok sebesar Rp15.000 per porsi.
"Kalau seperti ini kan namanya pembodohan, Pak. Tolong Bapak Wali Kota, Bapak Gubernur, dan Bapak Presiden agar hal ini jadi perhatian," keluhnya memohon keadilan.
Kasus serupa tak hanya terjadi di Palu. Di Bandar Lampung, seorang siswa SDN 2 Palapa turut me-review menu MBG Ramadan yang isinya hanya roti, jeruk, kurma, dan telur.
Baca Juga: Perjuangan Terbayar Lunas! Dua Pelajar Bontang Sabet Medali Perunggu di OlympicAD VIII Makassar
Pemandangan lebih ekstrem terjadi di Kabupaten Tangerang. Melansir unggahan @kabar_rejeg.id, paket MBG dirapel untuk jatah 3 hari sekaligus.
Seorang wali murid mengeluhkan isi paket tersebut. "Ini pisangnya kecil banget, 3 hari ada telur rebus, roti. Anak Indonesia bergizi nggak nih kalau begini?" protesnya.
Kejadian ini sontak memantik amarah warganet yang menduga adanya pemotongan anggaran gizi anak-anak di berbagai daerah.
"Memang harus dikritisi sampai program ini benar-benar bermanfaat karena banyak celah di setiap daerah," tulis seorang netizen memperingatkan.
Banyak warganet berharap pemerintah pusat segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) agar program triliunan rupiah ini tidak menjadi lahan basah bagi oknum tak bertanggung jawab. ***