Disdikbud Bontang Dorong Pemanfaatan Lingkungan dalam Pembelajaran

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang terus mendorong satuan pendidikan untuk mengoptimalkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang kontekstual.

R
Pasar Al-Hikmah yang digelar PAUD Terpadu Al-Hikmah Bontang Utara.
Pasar Al-Hikmah yang digelar PAUD Terpadu Al-Hikmah Bontang Utara. | Foto: Rhae/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang terus mendorong satuan pendidikan untuk mengoptimalkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar yang kontekstual salah satunya melalui kegiatan Pasar Al-Hikmah yang digelar PAUD Terpadu Al-Hikmah Bontang Utara. 

Program ini dinilai berhasil menghubungkan materi pembelajaran dengan realitas kehidupan sehari-hari anak, sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna dan tidak terkesan abstrak.

Pengawas Sekolah Ahli Muda, Sumarmi, menilai bahwa pendekatan berbasis lingkungan seperti ini sangat efektif diterapkan pada pendidikan anak usia dini. 

Baca Juga: Pemasangan Bronjong Jembatan TMMD Ke-128 di Kampung Masdarling Dikebut, Ini Fungsinya

Pada fase tersebut, anak cenderung lebih mudah memahami sesuatu yang dapat dilihat, disentuh, dan dialami secara langsung dibandingkan konsep yang hanya dijelaskan secara verbal.

Ia menjelaskan bahwa ide Pasar Al-Hikmah berangkat dari kondisi sosial masyarakat sekitar sekolah yang mayoritas memiliki aktivitas berkebun dan berdagang. 

Lingkungan tersebut kemudian dijadikan sebagai titik masuk pembelajaran, sehingga anak-anak dapat mengenali aktivitas yang sebenarnya sudah mereka lihat setiap hari, tetapi belum sepenuhnya dipahami.

Menurutbya, ketika anak diperkenalkan pada aktivitas orang tua mereka melalui pendekatan edukatif seperti ini, maka akan muncul keterhubungan emosional sekaligus pemahaman yang lebih mendalam.

Baca Juga: Penggerebekan Daycare Little Aresha Yogyakarta Viral, Polisi dan Bukti Visum Ungkap Kekejaman Pengelola

"Anak tidak hanya tahu apa yang dilakukan orang tuanya, tetapi juga mulai memahami proses dan nilai di balik aktivitas tersebut," kata dia, Minggu (26/4/2026).

Dalam praktiknya, anak-anak diajak mengenal berbagai komoditas hasil bumi yang biasa dijual di lingkungan mereka, mulai dari sayur-mayur hingga kebutuhan pokok lainnya. 

Pengenalan ini tidak hanya sebatas nama barang, tetapi juga fungsi dan peran barang tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Disdikbud Bontang Andalkan Kekompakan Tim di Babak Penyisihan

Ia bilang, pembelajaran berbasis lingkungan juga membantu anak membangun rasa menghargai terhadap pekerjaan orang tua. 

Hal ini menjadi penting dalam membentuk karakter anak agar tumbuh dengan empati dan rasa hormat terhadap lingkungan sosialnya.

Selain itu, anak juga belajar bahwa setiap barang memiliki proses sebelum sampai ke tangan konsumen. Pemahaman ini secara tidak langsung menanamkan nilai kerja keras dan tanggung jawab.

Disdikbud Bontang melihat pendekatan ini sebagai salah satu strategi yang relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tingkat PAUD.

Baca Juga: Peringati HUT ke-45 Gereja Toraja, Wali Kota Neni Puji Angka Kriminalitas Nol di Kanaan

"Lingkungan sekitar tidak lagi dipandang sebagai hal yang terpisah, melainkan sebagai bagian integral dari proses pendidikan," jelasnya.

Ke depan, Sumarmi berharap lebih banyak satuan pendidikan yang mampu menggali potensi lingkungan masing-masing untuk dijadikan sumber belajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih hidup, kontekstual, dan berdampak nyata bagi perkembangan anak. (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu