Disdikbud Bontang Perkuat Budaya Literasi di Tengah Dominasi Gawai

R
Ilustrasi siswa-siswi sedang membaca, menulis, dan bermain gawai.
Ilustrasi siswa-siswi sedang membaca, menulis, dan bermain gawai. | Foto: Dibuat dengan AI

Portalbontang.com, Bontang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang terus memperkuat berbagai program literasi di sekolah sebagai upaya menjaga minat baca pelajar di tengah pesatnya penggunaan gawai dan digitalisasi pembelajaran. 

Langkah ini dinilai penting agar budaya membaca tetap tumbuh di kalangan siswa meski teknologi semakin mendominasi aktivitas belajar.

Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, mengatakan penguatan literasi menjadi salah satu perhatian utama Disdikbud dalam meningkatkan kualitas pendidikan. 

Baca Juga: Disdikbud Bontang Petakan Kebutuhan Guru Hingga 2030 untuk Jaga Kualitas Pendidikan

Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan upaya menjaga kebiasaan membaca sebagai fondasi pembelajaran.

Ia menjelaskan, Disdikbud terus mendorong sekolah untuk menghadirkan program-program yang mampu menumbuhkan ketertarikan siswa terhadap buku dan aktivitas membaca.

“Disdikbud terus mengingatkan sekolah agar literasi tidak tergerus perkembangan teknologi, melainkan tetap menjadi bagian utama dalam proses pembelajaran,” ujarnya, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, penguatan budaya literasi dilakukan melalui kolaborasi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, serta inovasi program yang dikembangkan secara mandiri oleh masing-masing sekolah.

Baca Juga: Disdikbud Bontang Perkuat Sinergi Program Digitalisasi Pendidikan dengan BPMP

Salah satu upaya yang diterapkan yakni penyediaan waktu khusus bagi siswa untuk mengakses perpustakaan sekolah secara rutin. Skema ini diharapkan memberi ruang bagi siswa untuk membangun kebiasaan membaca di luar pembelajaran formal di kelas.

“Sejumlah sekolah sudah mengalokasikan waktu khusus untuk aktivitas membaca di perpustakaan agar siswa terbiasa berinteraksi langsung dengan bahan bacaan,” katanya.

Selain itu, bantuan buku terus disalurkan ke sekolah-sekolah guna menambah koleksi bacaan yang relevan dan menarik bagi siswa.

Baca Juga: Disdikbud Sebut Duta Canva Asal Bontang Jadi Inspirasi Guru Tingkatkan Kompetensi

Program tersebut juga diperkuat melalui penyelenggaraan berbagai lomba literasi seperti menulis, mengarang, hingga kegiatan kreatif lainnya yang melibatkan siswa secara aktif.

Saparuddin menilai penguatan literasi merupakan bagian penting dalam menjaga mutu pendidikan di tengah transformasi digital yang terus berkembang.

“Teknologi harus dimanfaatkan, tetapi budaya membaca tetap harus dijaga karena itulah fondasi utama pembentukan pola pikir kritis siswa,” pungkasnya. (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu