Edukasi Ketahanan Pangan Sejak SD, Disdikbud Bontang Beri Apresiasi Tinggi

Kegiatan yang digelar di SDN 002 Bontang Barat ini mendapatkan apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang.

R
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha (tengah).
Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha (tengah). | Foto: Rhae/Portalbontang.com

Portalbontang.com, Bontang - Edukasi ketahanan pangan kini mulai dikenalkan sejak tingkat sekolah dasar melalui program SMARTANI Goes to School. 

Kegiatan yang digelar di SDN 002 Bontang Barat ini mendapatkan apresiasi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang.

Sebanyak 87 siswa terlibat langsung dalam kegiatan menanam kangkung menggunakan polybag. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata kepada siswa.

Baca Juga: Semangat Jadi Energi Kemenangan Disdikbud Raih Juara 3 di Dispopar Cup

Kepala Disdikbud Bontang, Abdu Safa Muha, menilai bahwa kegiatan ini memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran pangan sejak dini. 

Ia menyebut pemahaman tersebut penting untuk masa depan generasi muda.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran berbasis praktik mampu meningkatkan daya serap siswa terhadap materi yang diberikan. 

Selain itu, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga: Aisyiyah Jatim Gelar Kelas Kebijakan Publik, Dorong Partisipasi Perempuan di Ruang Strategis

“Anak-anak belajar bahwa pangan berasal dari proses yang panjang. Ini penting untuk membangun kesadaran dan rasa menghargai,” jelasnya, Kamis (30/4/2026).

Program ini juga dinilai mampu membangun karakter disiplin dan tanggung jawab. Siswa diajak untuk merawat tanaman mereka secara berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan. Siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Baca Juga: Pengurus PWI Bontang 2026-2029 Resmi Dilantik, Usung Tema Wartawan Profesional dan Pers Berintegritas

Disdikbud Bontang berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan. Dengan demikian, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini adalah investasi jangka panjang dalam membangun generasi yang peduli terhadap ketahanan pangan,” tutupnya. (adv)

info

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apa pun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp4 miliar.

Editor: M Zulfikar A

Menu