Portalbontang.com, Bontang - Program kelas mandiri di SPNF SKB Bontang dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat dewasa dan pekerja yang selama ini sulit mengakses pendidikan formal.
Dengan sistem yang fleksibel, peserta dapat menyesuaikan waktu belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan mereka.
Skema ini menjadi jawaban bagi masyarakat yang ingin mendapatkan ijazah tanpa harus kembali ke pola sekolah konvensional.
Baca Juga: 1.651 Tablet Perkuat Pembelajaran Digital di SMP Bontang
Hairul Saleh selaku Plt Kepala SKB Bontang menjelaskan bahwa pertemuan tatap muka dibuat seminimal mungkin agar tidak mengganggu aktivitas peserta.
Konsep ini juga mempertimbangkan kebutuhan peserta dewasa yang lebih mengutamakan hasil dan efisiensi waktu.
“Selebihnya mereka belajar mandiri, jadi bisa menyesuaikan dengan aktivitas masing-masing,” katanya, Rabu (29/4/2026).
Selain itu, pembelajaran difokuskan pada kebutuhan praktis, baik untuk melanjutkan pendidikan maupun meningkatkan kompetensi kerja.
Baca Juga: Pusdatin Kemendikdasmen Dorong Percepatan Digitalisasi Lewat Guru Pejuang Digital
Peserta usia sekolah tetap diarahkan untuk kembali ke jalur formal, sementara peserta dewasa lebih difokuskan pada penyelesaian pendidikan.
Pendekatan ini membuat program kesetaraan tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua, melainkan solusi nyata bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualitas hidup melalui pendidikan.
“Program ini memang kami buat agar semua kalangan bisa tetap sekolah tanpa terbebani waktu,” tutupnya. (adv)