PORTAL BONTANG – Dipenuhi oleh influencer kecantikan yang gencar mempromosikan produk di media sosial, membuat banyak anak muda tergoda menggunakan produk dan perawatan anti-aging.
Padahal, para ahli mengatakan tidak ada bukti nyata bahwa Gen Z mengalami penuaan dini. Seperti dilansir Portalbontang.com dari Webmd, Jumat 19 April 2024.
Kecemasan terhadap garis kerutan dan keriput di wajah seringkali dijadikan sebagai bukti penuaan dini di dunia maya.
Baca Juga: Mau Terhindar dari Stres, Studi Terbaru ini Sarankan untuk Olahraga
Namun, menurut pakar perawatan kulit, klaim tersebut tidaklah benar. Hal ini lebih condong ke masalah persepsi.
Generasi Z – mereka yang berusia antara 12 hingga 27 tahun – adalah generasi yang paling aktif menggunakan media sosial.
Dengan banyaknya influencer kecantikan yang tampil dengan wajah tanpa cela dan terlihat sempurna, ini dapat menyebabkan fokus yang tidak sehat pada kulit seseorang dan standar kecantikan yang tidak realistis.
Baca Juga: Tidur di Lantai dan Kipas Angin Bikin Paru-paru Basah? Mitos atau Fakta?
“Dua faktor utama yang menyebabkan penuaan dini adalah sinar matahari dan merokok. Sebaliknya, Gen Z justru sangat peduli terhadap perawatan kulit; mereka jauh lebih baik daripada generasi lainnya,” ujar Bita Farrell, seorang dokter anestesi bersertifikat dan pendiri Natural Aesthetics Center, sebuah klinik kecantikan di Westlake Village, CA.
Meskipun demikian, persepsi yang keliru tentang penuaan dini pada Gen Z ini mendorong sebagian orang untuk menjalani perawatan anti-aging tertentu, seperti baby Botox dan retinoid.
Baby Botox adalah prosedur “prejuvination” yang populer menggunakan dosis lebih rendah dari standar Botox yang sudah disetujui FDA.
Baca Juga: Teks Khutbah Jumat, Amalan Pasca Ramadhan, Jadikan Pola Hidup Terus Positif
Menurut DiAnne Davis, seorang dokter kulit bersertifikat dan anggota American Academy of Dermatology, Baby Botox menggunakan perawatan neuromodulator – suntikan yang secara sementara melemahkan otot penyebab kerutan – sebagai langkah pencegahan penuaan dini untuk mengurangi munculnya kerutan di sekitar mata, garis kerutan di wajah, dan keriput lainnya.
Retinoid – senyawa kimia yang berasal dari vitamin A dan tersedia dalam bentuk cair, krim, dan gel – dapat menjadi perawatan yang menjanjikan untuk jerawat dan kesehatan kulit secara keseluruhan.
Jika Anda mempertimbangkan baby Botox atau retinoid, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: ASN Mulai Pindah ke IKN September 2024, Masing-Masing Dapat 1 Unit Apartemen Seluas 98 Meter Persegi
Untuk memastikan Anda tidak membuang waktu dan uang, waktu paling awal untuk mendapatkan Botox adalah ketika garis kerutan dinamis (garis halus yang muncul saat berekspresi) mulai terlihat, menurut Helen He, seorang dokter kulit di Mount Sinai Health System di New York City.
Botox bekerja dengan membekukan otot, dan jika disuntikkan terlalu banyak atau terlalu sering, otot yang tidak digunakan bisa 萎缩 (wēi suō) atau menyusut.
“Hal ini dapat menyebabkan otot wajah lain di sekitarnya menjadi tegang untuk mengimbangi hilangnya fungsi otot yang dibekukan oleh Botox,” kata He.
Baca Juga: Kabar Gembira, Menpan RB Siapkan Formasi ASN Khusus Putra Putri Kalimantan untuk IKN
“Justru ini dapat menimbulkan garis halus dan tanda penuaan pada otot-otot di sekitarnya.”
Meskipun bermanfaat, retinoid dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari saat digunakan untuk tujuan anti-aging, menurut He.
Retinoid juga bisa menyebabkan noda dan iritasi pada kulit yang dapat berujung pada eksim.
Baca Juga: Diet Rendah Gula dan Kaya Sayur Bantu Turunkan Risiko Gagal Jantung
Kulit sensitif terhadap sinar UV dan eksim keduanya bisa menyebabkan penuaan dini pada kulit.
“Ini bisa menjadi masalah terutama bagi kaum muda, yang kulitnya umumnya memang sudah sensitif,” ujar He.
Jika Anda berpikir untuk menggunakan retinoid, konsultasikan dengan dokter kulit untuk mengetahui apakah produk ini cocok untuk Anda.
Baca Juga: Tips Jitu Memulihkan Pola Tidur Setelah Sebulan Puasa
Hal lain yang perlu diingat: rokok elektrik dan vape dapat merusak kulit dan menyebabkan penuaan dini akibat terhirupnya bahan kimia berbahaya dan radikal bebas.
Radikal bebas adalah molekul oksigen yang menjadi terlalu aktif dan tidak seimbang, yang dapat menyebabkan garis halus dan kerutan pada kulit.
“Ada penurunan tren penggunaan vape di kalangan Gen Z, dan mereka yang menggunakan vape akan menua lebih cepat dibandingkan dengan yang tidak menggunakan vape,” kata Farrell.
Baca Juga: Tidur Sehat: Kapan Waktu Terbaiknya? Ini Kata Ahli Kesehatan Masyarakat
Terakhir, terlepas dari semua produk perawatan kulit yang dipasarkan kepada Gen Z di platform media sosial, rutinitas perawatan kulit Anda tidak harus mahal atau rumit, kata Davis. Bahkan, pendekatan yang sederhana justru lebih dianjurkan.
“Rutinitas perawatan kulit yang komprehensif bisa mencakup empat hingga lima langkah dan tetap memberikan manfaat maksimal,” katanya.
Tiga langkah yang perlu dipertimbangkan adalah menggunakan tabir surya, retinol, dan produk vitamin C.
“Jika Anda menambahkan pembersih dan pelembab, rutinitas Anda sudah lengkap.” ***
***
Penulis: M Zulfikar A | Editor: M Zulfikar A