Portalbontang.com, Yogyakarta - Umat Islam di Indonesia kini telah mendapatkan kepastian mengenai jatuhnya hari raya Idulfitri untuk tahun 1447 Hijriah.
Keterangan resmi terkait penetapan ini dikeluarkan langsung oleh Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
Berdasarkan hasil perhitungan astronomis yang presisi, 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada hari Jumat Legi, 20 Maret 2026 Masehi.
Baca Juga: Pemprov Kaltim Resmi Kembalikan Range Rover 8,4 Miliar, Dana Pengadaan Masuk Kas Daerah
Penetapan awal bulan Syawal ini tidak lagi menggunakan metode rukyatul hilal lokal, melainkan merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).
Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag dalam keterangan persnya mengatakan, keputusan penggunaan KHGT ini merupakan amanat dari Keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah.
"Kriteria global ini mewujudkan penyatuan awal bulan hijriah di seluruh dunia dengan menganggap seluruh dunia sebagai satu kesatuan matlak," ujarnya.
Dalam kriteria KHGT, bulan baru akan dimulai apabila sebelum pukul 24.00 UTC telah terpenuhi kriteria elongasi 8 derajat dan tinggi hilal 5 derajat.
Baca Juga: Ketegangan Memuncak di Selat Hormuz: Harga Minyak Terancam Meroket, 5 WNI Jadi Korban
Data astronomis menunjukkan bahwa Ijtimak terjadi pada hari Kamis Kliwon, 19 Maret 2026 Masehi, tepat pada pukul 01:23:28 UTC.
Sementara itu, Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Muhamad Rofiq Muzakkir, Lc., M.A., Ph.D mengatakan, parameter penting tersebut juga telah terpenuhi dengan sangat meyakinkan di wilayah Makkah, Saudi Arabia.
"Di Makkah, matahari terbenam pada pukul 15:34:04 UTC dengan posisi tinggi bulan +06 derajat 09' 09" dan elongasi mencapai 08 derajat 05' 24'," jelasnya.
Baca Juga: Tembus Jarak 1.000 Km Lebih, Mobil Listrik Denza Z9 GT Siap Mengaspal di Indonesia Tahun Ini
Muhammadiyah memandang bahwa penyatuan kalender hijriah global ini merupakan sebuah keniscayaan yang tidak dapat ditunda lagi.
Penetapan ini diharapkan dapat menjadi pedoman pasti bagi segenap warga Persyarikatan Muhammadiyah dan masyarakat luas pada umumnya. ***